Masa lalu delapan bersaudara 2

1572 Kata
"Yun Fei! Bawa adik-adikmu menjauh dari sini!" Perintah Qin Guyin dengan raut wajah serius, tangan kanannya terulur ke depan sembari mengeluarkan kekuatan dalam berwarna biru tua untuk menahan serangan Da Liman. Melihat Qin Yun Fei yang tidak membalas dan masih berdiam diri mematung, Qin Guyin melirik ke arah bawahannya. "Kamu! Bawa mereka menjauh dari sini!" Bawahan Qin Guyin yang mendengar ini segera mengangguk, kemudian dia menarik paksa tangan Qin Yun Fei dan yang lain. Qin Yun Fei yang telah sadar dari lamunannya segera menepis tangan bawahan Qin Guyin, kemudian menggeleng kencang,"Aku tidak akan meninggalkan kakek sendiri di sini!" "Putri, Yang mulia sangat kuat, anda tidak perlu khawatir! Lebih baik sekarang kita mematuhi perintahnya untuk menjauh dari sini!" Balas bawahan Qin Guyin. "Tidak!" Qin Yun Fei mendorong kencang bawahan itu hingga sedikit terhuyung ke belakang. Saat Qin Yun Fei hendak kembali menatap kakeknya, tiba-tiba prajurit lain datang sembari membawa beberapa bagian tubuh manusia. Di antaranya ada kepala manusia, wajahnya telah hancur. Namun, saat melihat mahkota giok pria yang bertengger di kepala itu, Qin Yun Fei segera berteriak histeris! "Ayah!!!" Qin Yun Fei segera berlari ke arah kepala tersebut. Para adiknya yang lain segera berlari mengikuti Qin Yun Fei dari belakang. Mata Qin Yun Fei berkaca-kaca, tangannya memeluk kepala tanpa tubuh tersebut. Adiknya yang lain masih syok dan menatap tidak percaya kepada apa yang dipeluk Qin Yun Fei. Qin Mingxiang dan Qin Wushuang jatuh duduk, kaki mereka lemas. Qin Yun Yan terdiam, wajahnya menjadi pucat pasih. Sedangkan Qin Junfeng menatap kosong dan syok ke arah kepala ayah mereka sembari meremas bajunya erat. "Hhaaaaa!!!" Teriak Qin Yun Yan tiba-tiba dengan nada frustasi. Wanita itu segera berjongkok sembari meremas kepalanya, matanya mengeluarkan air mata, mulutnya kelu untuk berbicara. Qin Wushuang pingsan, Qin Yun Yan segera memeluk dan menangkap tubuh adiknya sebelum jatuh ke tanah. "Putri, ayo!" Bawahan Qin Guyin kembali memaksa mereka untuk pergi, namun kali ini nada bicaranya lebih khawatir dan tinggi. Beberapa bawahan Qin Guyin yang lain datang, kemudian menyeret mereka dengan paksa. Qin Yun Fei memberontak kencang, namun dia kalah tenaga dengan bawahan elite Qin Guyin. Qin Yun Fei menggertakan giginya kesal, air mata terus mengalir, emosi yang besar kini tengah menyelimuti hatinya. Trauma besar dan hari-hari suram yang akan dialami oleh adik-adiknya, termasuk dirinya, akan di mulai, hari ini. * "Yun Fei!" Qin Wujing memanggil nama Qin Yun Fei dengan nada sedikit tinggi. Karena pasalnya sedari tadi, adiknya yang ini hanya diam sembari melamun. Qin Yun Fei yang terkejut sedikit tersentak, kemudian dia merasa kesal dan membalas,"Apa?" "Apa yang kamu pikirkan? Kakakmu ini sedari tadi bicara! namun kamu malah diam melamun!" Ujar Qin Wujing dengan nada merajuk. "Trauma itu, kakak-" Belum sempat Qin Yun Fei menyelesaikan ucapannya, Qin Wujing sudah menyelak,"Jangan bahas itu, Fei'er. Masa lalu itu terlalu kelam untuk dibahas," Tatapan Qin Wujing berubah menjadi dingin. Qin Yun Fei tersenyum pahit,"Siapa yang harus disalah 'kan, kak?" "Diri kita sendiri," Balas Qin Wujing. "Seandainya kita bisa lebih kuat, maka tragedi itu tidak akan terjadi. Tubuh yang hancur bukanlah tubuh kedua orang tua kita, tetapi mereka," Lanjut Qin Wujing, matanya melirik ke arah luar jendela dengan dingin. Qin Yun Fei tersenyum tipis saat mendengar ucapan Qin Wujing, kemudian dia mengepalkan tangan dan mengulurkannya kepada Qin Wujing,"Berjanji padaku, bahwa kita akan menjaga senyuman mereka. Adik-adik kita, dan para rakyat. Jika kamu menjadi Kaisar dan memimpin di atas bangku Takhta, maka biarkan aku menjadi Kaisar di balik tirai yang memimpin di atas kuda perang!" Tatapan dingin Qin Wujing menghilang, kemudian senyum hangat muncul. Tangannya ikut mengepal dan terulur untuk membalas Qin Yun Fei. "Kaisar bayangan, huh?" Qin Yun Fei tersenyum lebar yang hangat, menampilkan deretan gigi putihnya yang rapih,"Tentu saja! Jika kamu menjaga keamanan dan kedamaian dalam negeri, maka aku akan menjaga keamanan dan kedamaian perbatasan!" Qin Wujing tertawa ringan, kemudian mengacak-acak rambut Qin Yun Fei,"Ya, jadilah tangan kananku! Aku butuh bantuanmu di masa depan nanti, Yun Fei!" Qin Yun Fei mengangguk dan ikut tertawa, namun kemudian tawanya hilang. Qin Yun Fei mengingat kejadian kemarin, saat sikap marah kepada kakeknya di depan para perwakilan kerajaan Luwei Zhing dan Dongliar An. Qin Wujing yang tahu apa yang dipikirkan Qin Yun Fei segera tersenyum tipis, kemudian pria itu menepuk pelan punggung Qin Yun Fei,"Sebaiknya kau datangi kakek, hari ini kami belum menyapanya bukan?" Qin Yun Fei tidak menjawab, hal ini membuat Qin Wujing kembali tersenyum tipis,"Kakek dan aku tahu, kamu kemarin sangat lelah sehingga tidak bisa berpikir lurus. Lagi pula jika aku jadi kamu juga mungkin aku akan melakukan hal yang sama sepertimu." Qin Yun Fei tidak menjawab apa pun, dia hanya bertanya,"Di mana kakek?" "Mungkin di paviliun kerajaan bersama para tamu Luwei Zhing dan Dongliar An," Jawab Qin Wujing. Qin Yun Fei mengangguk tipis, kemudian segera berjalan keluar kamarnya, meninggalkan Qin Wujing sendiri. Qin Yun Fei berjalan dengan pijakan jalan yang mantap. Wajahnya sedikit menggambarkan kegelisahan dan rasa bersalah, mantel berwarna merah darah berkibar bersama rambut panjang sepinggangnya yang diikat simpel. Qin Yun Fei berjalan masuk ke dalam paviliun. Saat kedatangannya diumumkan, segera suara hiruk pikuk obrolan senyap. Qin Guyin menatap kedatangan cucuk keduanya itu dari kursi utama. Seperti biasa, pria itu selalu tanpa ekspresi. Suasana senyap dan tegang membuat sesak ruangan. Qin Yun Fei menatap mata dingin kakeknya. Baik dia dan Qin Guyin, tidak ada yang berbicara. Hal ini membuat semua orang bingung dan tegang, terutama para adik-adiknya yang hadir menemani Qin Guyin. "Apa yang ingin kamu lakukan?" Qin Guyin membuka pembicaraan lebih dulu dengan nada bertanya yang sangat dingin. Tangan kanannya menopang kepalanya yang sedikit miring ke kanan, hal ini sangat meningkatkan aura dan tekanan kekuatannya. Qin Yun Fei menundukkan kepala, kemudian tangannya bergerak untuk melepas ikatan rambutnya yang dilapisi oleh emas. Saat rambut hitam panjangnya tergerai bebas, tangannya kini bergerak ke arah pengait mantelnya. Qin Yun Fei melepaskan mantel merahnya, kemudian berlutut. "Qin Yun Fei, Putri tertua kerajaan Kami Fei Ying. Mengakui kesalahannya di depan umum! Aku menerima seluruh hukuman serta konsekuensi atas sikap dan omongan kasarku!" Kemudian kepalanya terangkat dan menatap wajah Qin Guyin langsung. Seluruh tamu terdiam, para perwakilan Luwei Zhing dan Dongliar An sangat kagum dengan apa yang Qin Yun Fei akui. Mengakui kesalahan tanpa mengelak, bukankah itu keren? Gantelman? tetapi bukankah Qin Yun Fei adalah perempuan? Lalu...apa harus, Gantelgirl? "Apa kamu merasa keren dengan apa yang kamu ucapkan sekarang, Qin Yun Fei?" Balas Qin Guyin, pria itu melemparkan senyum merendahkan ke arah Qin Yun Fei. Hal ini, tentu tidak lepas dari penglihatan dirinya. Qin Yun Fei mengepalkan tangannya, kemudian kepalanya kembali menunduk dan membalas,"Apa yang harus aku banggakan? Berbicara kasar kepada orang tua?" Qin Guyin tersenyum miring,"Kamu tidak berbicara kasar, kamu hanya menyampaikan fakta." Saat semua orang mendengar yang diucapkan Qin Guyin, segera seluruh bawahan Qin Guyin dan cucuknya yang lain menundukkan kepala. Qin Yun Fei juga tidak bisa tidak menundukkan kepala, namun setelah itu dia kembali mengangkat kepalanya dan membalas,"Sesuatu hal di dunia ini memiliki masa. Jika kamu mulai menjadi pengecut, berarti masa hebat dan julukan agungmu sudah tidak berlaku. Namun masih bisa menjadi legenda. Tetapi karena kamu mempunyai keturunan, maka legenda-mu tidak akan berakhir begitu saja. Aku, kakak tertua, dan para adikku akan melanjutkan legenda-mu, Putra Naga!" Qin Guyin tersenyum tipis. Seluruh orang yang mendengar ucapan Qin Yun Fei juga ikut tersenyum. Benar, legenda itu tidak akan berakhir. sepanjang sejarah, darah kita terus mengalir di dalam para keturunan. "Yun Fei," Panggil Qin Guyin. Qin Yun Fei menaikkan alis kirinya,"aku, yang mulia." "Kamu mau tes terakhir dariku? Jika menang, kamu bisa langsung menjabat sebagai Jenderal utama di ibu kota," Balas Qin Guyin. "Lalu bagaimana dengan hukumanku?" Tanya Qin Yun Fei dengan sudut alis bertaut. "Jadilah feminim," Jawab Qin Guyin. Semua orang, termasuk Qin Yun Fei terkejut sembari mengerutkan keningnya. "A-apa?" Tanya Qin Yun Fei. "Ubah bajumu itu! Pakailah Hanfu seperti adik perempuanmu yang lain! Gunakan juga riasan rambutmu! berhenti memakai ikat rambut membosankan itu!" Balas Qin Guyin, kemudian dia memejamkan matanya dengan dahi yang berkerut. "Kakek memintaku untuk menjalani tes dengan memakai Hanfu?" Tanya Qin Yun Fei dengan ekspresi kesal dan bingung. Qin Guyin kembali membuka matanya, kemudian pria itu menyeringai. Splash! Seperti bayangan yang melesat, Qin Guyin menghilang dari bangku takhta dan kini tengah berada di belakang Qin Yun Fei! Pria itu mendekatkan wajahnya ke telinga Qin Yun Fei, kemudian berbisik,"Dengarkan dengan cermat, apakah kakek memintamu untuk memakai Hanfu lebih dulu kemudian tes?" Boom! Krak! Qin Yun Fei segera melompat menjauh dari Qin Guyin, sebelum pria itu mendaratkan bogem mentah yang kini meleset dan terkena lantai. Lantai pecah, seluruh tamu segera melindungi diri mereka masing-masing. Serangan Qin Guyin yang tadi bukanlah serangan main-main. Jika tidak sengaja terkena sedikit saja, maka akibatnya fatal! Qin Yun Fei kini tengah berdiri di atas bangku takhta, hal ini sangat melanggar peraturan Istana. Namun, ini adalah situasi darurat, dia harus apa? "Yun Fei, kamu saat ini tengah berdiri di atas bangku takhta. Apa kamu tahu hukumannya apa?" Tanya Qin Guyin, mata dinginnya menatap wajah Qin Yun Fei yang masih terlihat terkejut. "Kakek mempertanyakan sikapku saat aku datang sembari menenteng kepala manusia dan membuat kaget para tamu perwakilan. Dan sekarang, kakek malah menghancurkan lantai, hal ini tentu puluhan kali lebih membuat para tamu perwakilan terkejut bukan? Apa kakek berniat untuk memakan omongan sendiri? Apa itu sifat seorang Kaisar? Apa pantas seperti itu? Jadi, kali ini yang lebih buruk siapa?" Balas Qin Yun Fei dengan lancar, kemudian dia tersenyum miring ke arah Qin Guyin. Matanya yang cerah sangat menggambarkan ambisi yang kuat. Qin Guyin tertawa, hal ini membuat susana menjadi lebih asik sekaligus tegang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN