His Pain

1001 Kata

Lama semenjak terakhir kali ia menginjakkan kaki di BARRA. Seperti yang sudah-sudah, kedatangannya senantiasa menjadi buah mulut. Yang membuat kedatangannya terasa berbeda adalah Ichal yang bersamanya. Orang kepercayaan Jordiaz bersama Zaldi? Atensi mereka juga terfokus pada Zaldi yang nampak tak sehat sama sekali. "Biarkan kami masuk!" pinta Ichal. "Maaf, tidak boleh, Tuan. Rapat belum selesai." “Kami harus menyampaikan hal penting pada CEO!" "Maaf sekali, tetap tidak boleh. Karena itu melanggar prosedur.” Di saat bersamaan, pintu ruang rapat terbuka. Disambut antusias Zaldi dan Ichal. Mereka bisa segera memberitahu Jordiaz segalanya. Mereka yakin, kali ini Jordiaz tak akan menyangkal informasi kejahatan Stevenson, karena ada bukti kuat. Satu per satu kolega keluar dari ruang rapat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN