"Den, bangun dulu! Waktunya makan," lirih Mak Kar. Wanita itu duduk di kursi plastik kecil diletakkan tepat sisi ranjang. baik, Mak Kar tak akan segelisah itu. Mak Kar memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan Zaldi. Mengingat ia adalah orang yang merawat Zaldi sejak kecil. Mak Kar memantapkan hati mengayunkan kaki-kaki rentanya menaiki tangga. Di saat bersamaan, terdengar suara ketukan pintu yang menghentikan langkah nya. Ia berbalik, membuka pintu lebih dulu. Ternyata, Dokter Lulu yang datang. Mak Kar semakin yakin Zaldi sedang sakit. "Zaldi ada, Mak?" "A-ada, Non." Mak Kar tergagap mengucapkannya. Akumulasi khawatir, gelisah, takut, serta ingin cepat-cepat melihat keadaan Zaldi. "Dia kemarin bilang mau ke rumah sakit nemuin saya. Dia bahkan bilang udah dalam perjalanan. Tapi sa

