"Duduk sendiri sini, Sayang!" Elleanor menepuk sisi kosong di sebelahnya. "Jangan pangku, nanti Mommy jadi nggak konsen. Dedek juga jadi kegencet!" Elleanor membuat gerakan memutar di perutnya yang buncit dan bulat. Eros menggeleng. Bibirnya cemberut maksimal. Matanya berkaca-kaca. Sebentar lagi airmata itu akan tumpah. Elleanor mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruang keluarga. Bibirnya melengkungkan senyum, menatap Ares anteng bermain lego, ditemani Amanda. Si kembar junior tumbuh dengan baik. Yang paling disyukuri, sejauh ini keduanya sehat. Kalaupun sakit hanya batuk pilek. Fisik mereka terlihat identik, meski sebenarnya tidak. "Den Ayes, Den Eyos, ayo maem dulu!" Mak Kar muncul dari dapur. "Thini, Mak!" seru Ares. Terdengar lucu karena cadel. "Den Eyos, ayo sini sama Kakak!" a
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


