Brother's Talk

1004 Kata

"Aku udah cukup seneng dengan kehadiran Mas di sini. Aku cukup seneng, karena Mas udah nggak marah lagi sama aku." Pandangan Zaldi beralih dari Jordiaz, menatap lurus pada langit-langit. “Sejatinya … semua orang pernah salah. Semua manusia berdosa.” *** Rasa bersalah itu kembali menguasai hati, kala Zaldi mengubah haluan berbaringnya dari terlentang menjadi miring, bukan menghadap pada Jordiaz, namun ke arah sebaliknya. Sang Kakak tak tahu apa yang hendak Zaldi lakukan, ia hanya menatap dari posisi berbaringnya. Berharap ia dapat melakukan sesuatu, bukan hanya diam seperti orang bodoh. Jordiaz mengurut tengkuk Zaldi. Sejauh yang Jordiaz lihat, Zaldi menggeser baskom yang terletak di kolong ranjang. Lalu Zaldi mulai muntah. Jordiaz merasa dungu. Bahkan saat mereka sedekat ini, ia tetap t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN