"Nduk, maaf sebelumnya. Ibuk cuman ngasih tahu. Sikap kamu ke Jordiaz agak berlebihan. Kamu kurang sopan," nasihat Araya. Elleanor mengangguk. "Elle tahu, Buk. Elle juga ngerasa berdosa." "Ibuk tahu niat kamu baik. Tapi jangan berlebihan! Kalau nggak mau jadi istri durhaka." "Iya, Buk," jawab Elleanor. "Nduk, udah jam segini. Ibuk waktunya unting." Araya meletakkan cucunya di ranjang Zaldi. Araya berhenti bekerja di pabrik. Ia menurut pada Elleanor kembali seperti dulu. Ia ingin menghindari Alan. Jika ia tetap kerja di pabrik, Alan dengan mudah mencuri waktu menemuinya. Jika unting bersama tetangga, bule muda itu sedikit sungkan. "Iya, Buk. Makasih, ya. Hati-hati di jalan!" Elleanor membaringkan putranya di sebelah sang kakak. "Bagus, Le!" puji Marlon. "Bangunin aja! Ya kali tidur d

