"Kamu kenapa?" Mata Elleanor yang tadinya terpejam, terbuka seketika. Jordiaz terbangun. Pasti karena Elleanor terlalu kencang memeluknya. Elleanor tak sengaja. Ia terbawa perasaan. Jordiaz berusaha terlentang. Dalam perasaan kacaunya, Elleanor berusaha membantu Jordiaz. "Kamu kenapa?" tanya Jordiaz lagi. "Ada yang sakit?" Elleanor menggeleng, membawa jemari sang Suami menyentuh perutnya. Si Kembar memang bergerak sangat aktif. Pasti karena perasaan Elleanor yang kacau. "Kenapa jagoan-jagoan Ayah belum tidur?" Suara Jordiaz melembut, membuat gerakan melingkar pada perut bulat Elleanor. "Ayo tidur, Nak! Sudah malam. Kasihan, Mama kalian jadi nggak bisa tidur juga." Elleanor selalu terharu tiap kali Jordiaz berinteraksi dengan bayinya. Betapa besar cinta Jordiaz. Elleanor merasa semakin

