Pagi ini Thania berangkat ke kantornya dengan terburu-buru. Ia terbangun empat puluh lima menit lebih lambat dari biasanya. Karena semalaman ia terus menangis dan itu mengganggu waktu tidurnya. Untung saja Thania tidak terlambat sampai di kantor. Ketika sampai di kubikelnya, Thania heran barang-barangnya sudah tidak ada. Meja kerjanya kosong. Belum sempat Thania bertanya, temannya yang meja kerjanya berseberangan dengan Thania memberitahukan kalau barang-barang Thania sudah dipindahkan oleh office boy. Dan Thania ditunggu Pak Fahmi di ruangannya. Tok... Tok... Tok... Thania mengetuk pintu kaca ruangan atasannya. Setelah terdengar perintah masuk, Thania menggeser pintu kaca itu. "Silahkan duduk dulu Thania." Thania mengangguk dan duduk berhadapan dengan Pak Fahmi. "Pasti kamu terkeju

