bc

NATHANIA, Antara Cinta Dan Luka

book_age18+
2.8K
IKUTI
15.6K
BACA
love-triangle
second chance
arranged marriage
sensitive
drama
city
enimies to lovers
like
intro-logo
Uraian

Nathania Gabriella Aditama, seorang gadis cantik yang harus menjalani takdir buruk setelah kematian Ibunya dan Ayahnya yang dipenjara karena terlibat kecelakaan maut.

Ia menjalani sisa hidupnya sebagai seorang istri dari Aldillo Juna Kusuma.

Pria dingin nan kejam yang sangat membenci Thania karena kesalahan Ayahnya. Akan kah cinta yang dimiliki Thania bisa meluluhkan hati Aldillo? Lalu bagaimana dengan luka bertubi-tubi yang diberikan Aldillo untuk Thania? Mampukah Thania bertahan dan membuat rumah tangganya yang menyedihkan menjadi bahagia?

"jika mencinta harus terluka, lantas aku bisa apa?" -Nathania-

Cover by Irumi Graphic

chap-preview
Pratinjau gratis
Nathania Gabriella Aditama
Pagi itu, seorang gadis cantik bersiap menuruni anak tangga menuju ruang makan. Iris birunya menangkap sosok laki-laki tengah duduk di depan meja makan sambil membaca berita melalui ponselnya. Gadis itu memeluknya dari belakang dan mengecup pipi lelaki itu. Cup! "Selamat pagi Papa," ucapnya hangat kemudian duduk di kursinya. "Selamat pagi Sayang, apa kegiatanmu hari ini?" tanya sang papa dengan lembut. "Hari ini aku akan ke Mall bersama temanku. Dimana Mama?" tanya Thania sambil menengok kiri dan kanan mencari sosok yang disebutnya mama. Kemudian seorang wanita keluar dari dapur dengan membawa roti panggang dan hot milk chocolate lalu menyerahkannya kepada gadis itu. "Good morning, Sweety!" sapanya lalu mengecup puncak kepala gadis itu. "Morning Mom, thank you." "Kau bilang hari ini akan ke Mall? Bukankah kemarin kau juga ke Mall? Apa kau tidak bosan setiap hari ke Mall?" Pertanyaan panjang khas seorang ibu yang cerewet baru saja didapatnya. "Kemarin aku memang ke Mall, tapi hanya mengantar temanku belanja. Hari ini aku yang akan belanja. Aku butuh sepatu untuk acara perpisahan sekolahku lusa," jawab Thania sambil mengunyah makanannya dengan mulut yang penuh. Kemudian terbatuk karena sedikit tersedak. Sontak mamanya langsung menyodorkan air putih kepada Thania. "Kau ini, tidak baik makan sambil bicara. Berbahaya tau! Bahkan tersedak bisa menyebabkan kematian," omel sang mama khawatir. "Tidak akan terjadi sesuatu apapun pada putri seorang Panji Aditama. Sudahlah Gaby, kau tak perlu berlebihan. Aku berangkat dulu." Kemudian laki-laki itu beranjak dari tempatnya. "Tapi ini masih terlalu pagi, Honey ...." "Ada meeting penting hari ini." Panji lalu mengecup puncak kepala kedua perempuan yang sangat dicintainya itu. "Aku benar-benar khawatir, tapi dibilang berlebihan. Papamu memang menyebalkan!" gerutu mamanya yang kemudian disambut kekehan kecil dari Thania. "Hati-hati, Pa. I love you ...." Setengah berteriak Thania melambaikan tangan pada Panji yang sudah menjauh dan hampir menghilang di balik pintu. Tapi sebelum itu Panji sempat menoleh pada Thania serta menyatukan ibu jari dan telunjuknya membentuk simbol hati ala anak muda kekinian lalu mengecup jarinya dan menunjukkannya pada Thania dari jauh. Thania tersenyum geli melihat tanggapan dari papanya, sedangkan Gabriella yang melihat kelakuan suami dan putri satu-satunya hanya menggelengkan kepala tak habis pikir. Kemudian mereka pun melanjutkan sarapannya. Begitulah suasana pagi di kediaman Panji Aditama, walaupun kadang dibumbui perdebatan, namun tetap harmonis penuh kehangatan. Panji Aditama adalah CEO dari salah satu perusahaan yang ada Jakarta, walaupun perusahaannya tidak termasuk daftar perusahaan besar dan berpengaruh di Indonesia, namun Panji mampu memberikan kehidupan yang lebih dari cukup bagi istrinya, Gabriella Wilson yang seorang kebangsaan Australia yang kini menjadi warga negara Indonesia. Dan juga putri semata wayangnya, yaitu Nathania Gabriella Aditama. Thania, begitu panggilan yang diberikan kedua orangtuanya, gadis cantik bermata biru yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas dan berencana melanjutkan pendidikannya di tempat kelahiran sang mama. Mata birunya didapatkan dari mamanya yang asli kebangsaan Australia. Juga paras yang ke-bule-annya yang hampir mirip dengan Gabriella bak pinang dibelah dua. Hanya bibir yang tipis dan lesung pipi yang mirip dengan Panji. Sebagai anak satu-satunya, tentulah mamanya menjadi sangat protektif pada Thania. Tapi Thania mampu memahaminya dan tidak pernah merasa terbebani dengan sifat mamanya yang selalu protektif. *** "Ma, aku berangkat ya!" Thania menghampiri Gabriella yang tengah asyik menonton acara kompetisi memasak dari gawainya. "Ini masih jam delapan loh sayang, mau bantu bersih-bersih di Mall dulu apa gimana?" "Apaan sih Mama, aku mau ke rumah Bella dulu tau. Nanti jalannya dari sana." "Oh. Mau naik apa kesana?" "Ojek online." "No! Pakai mobil saja. Sebentar mama panggil sopir dulu ya ...." "Jangan, Ma. Aku gak mau pake mobil. Macet! Apalagi diantar sopir. Kasian juga kalo nunggu aku belanja nanti lama. Lebih enak naik ojek tau. Lebih cepat sampe juga," panjang lebar Thania beralasan. "Tidak Thania! Ini udara sudah mulai panas, matahari juga sudah lumayan naik tinggi, kalo kepanasan di jalan nanti kamu pusing. Terus kalo kamu pingsan bagaimana? Mama gak mau ya nanti kalo denger kabar kamu kenapa-kenapa di jalan," tak kalah panjangnya Gabriella menjawab alasan Thania. "I will be FINE, Mom. Itu kan kebiasaan Mama yang suka pingsan kalo kepanasan." Sengaja Thania menekankan kata 'fine' supaya mamanya tidak khawatir berlebihan. Lagipula selama ini jika Thania menggunakan jasa ojek online dirinya baik-baik saja. Gabriella lah yang sebenarnya tidak bisa berada di udara gerah dan panas. Dia memiliki trauma sendiri dengan hawa panas. Jika terlalu lama kepanasan, Gabriella bisa pingsan. "Pakai mobil atau mama gak akan izinin kamu pergi?" Thania memejamkan mata mengehela nafasnya. Sepertinya Ia memang tidak bisa menentang sifat protektif mamanya. "Hhmmm... Baiklah mamaku yang cantik, aku perginya pake mobil, tapi gak usah diantar sopir yaa... Biar aku yang mengendarainya sendiri." Thania mencoba bernegosiasi. Gabriella terlihat masih berpikir menimbang-nimbang. "Come on Mom, please ...." Thania memohon memasang wajah imutnya. Gabriella yang gemas lantas mencubit pipi putrinya. "Well, not a bad choice. Tapi ingat, jangan pulang malam yaa, Sweety!" "Yes of course, my beloved Mom. Aku pergi dulu ya." Thania pamit sembari mengecup pipi sang mama. Thania memacu mobilnya membelah jalanan ibukota. Menuju rumah sahabatnya yang jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh. Dan jika menggunakan ojek online hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit. Tapi kini Dia menggunakan mobil. Thania berdoa dalam hati semoga saja pagi ini jalanan masih lengang sehingga dirinya tidak tejebak macet. Dan ternyata doanya tidak terkabul. Kini Thania terjebak di kemacetan yang sangat membuang-buang waktu. Kurang lebih satu jam berlalu Thania masih berada di jalan. Bahkan ini belum sampai setengah perjalanan dari rumahnya ke rumah Bella. Ingin rasanya putar balik kembali kerumahnya, tapi Thania sudah terlanjur janji akan menjemput Bella. Sedangkan sahabatnya itu sudah berkali-kali menelpon Thania. Tapi Thania malas menjawab panggilan telepon dari Bella. Pasti sahabatnya itu sudah menunggu lama dan ingin mengomel pada Thania, maka dari itu Thania memilih mengabaikan dering panggilan dari Bella. Karena berkali-kali menelpon, akhirnya Thania mengalah dan menjawab telepon. Thania sudah bersiap menebalkan telinga untuk menampung segala ocehan Bella. "Iya Bell ...." "Halo, Thania. Susah amat sih lo ditelepon. Lo gak usah jemput gue deh, Than. Gue kesiangan nih baru banget bangun. Terus gue harus mandiin kucing gue dulu lagi. Soalnya kucing gue garang, jadi gak ada petshop yang mau terima. Ehhmm... Kita langsung ketemu di Mall aja deh yaa, gimana? Ehh eeh... Aduuhh... kucing gue kabur lagi... Bye Thania, sampai jumpa di Mall." Klik! Bella langsung memutus sambungan telepon begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Thania. "Bellaaaa... Iihhhh... Nyebeliiin..."

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

UN Perfect Wedding [Indonesia]

read
81.2K
bc

23 VS 38

read
305.3K
bc

I Love You, Doctor

read
635.0K
bc

Perfect Honeymoon (Indonesia)

read
29.6M
bc

You'll Be Mine (Indonesia)

read
223.8K
bc

Mendadak Jadi Istri CEO

read
1.6M
bc

HOT NIGHT

read
618.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook