Joshua menuruni anak tangga satu persatu dengan kaos putih oblong dan celana hitam panjangnya. tumben sekali hampir jam delapan pria itu masih ada di rumah, biasanya jam segini dia sudah rapih dengan setelan jasnya dan rambut sama rapih juga wangi. "Arimbi buatkan aku teh hangat,"perintahnya sambil mendorong kursi meja makan, lalu duduk disana. Joshua memijat-mijat pelan keningnya, bibir dan wajahnya sedikit pucat dari biasanya, tampilanya juga sangat lesu. apa Joshua baik-baik saja? Sepertinya dia tidak baik-baik saja. "apa liat, kau tidak suka aku ada dirumah?!"tukas Joshua menatap Jesica tajam. Buru-buru Jesica mengambil apapun untuk di kerjakan, asalkan dia tidak memperhatikan Joshua hidupnya hari ini akan aman. "Arimbi mana tehnya cepat!" Arimbi menyodorkan teh hangat buatanya

