Raza yang merasa kesal memutuskan untuk pulang malam itu juga. Dan ketika dia melihat Arsyana di depan lift sambil membawa makanan yang tadi sudah dibelinya, membuat Raza semakin malas sekali kepadanya. Nafsu makannya sudah hilang gara-gara melihat Arsyana mengobrol dengan Rino dan sekarang moodnya sedang tidak baik-baik saja. Arsyana sendiri yang dicuekin oleh Raza juga merasa aneh dengan perasaannya. Dia tidak mencintai Raza, hanya saja perasaan tidak enak atau apalah itu terus menghantuinya. Akhirnya Arsyana kembali ke dalam apartemennya sambil membawa makanan yang tadi sudah dibeli oleh Raza. Arsyana menaruh makanan itu di atas meja ruang keluarga dan memperhatikannya. Arsyana menghela nafasnya. “Hah … “ “Kenapa jadi aneh begini sih. Baru dua hari kerja sama tuan Raza.” “Apa aku

