Raza mendekati Arsyana. Dan pandangan Arsyana bersama laki-laki tersebut langsung teralihkan ke arah Raza. “Tuan Raza,” sapa Arsyana. “Ayo pulang,” ujarnya tegas. “Rino. Saya pulang dulu ya. Dan maaf malam ini saya tidak jadi pergi karena masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan,” pamit Arsyana. “Oh jadi dia yang bernama Rino,” batin Raza sambil diam-diam memperhatikannya. “Tapi bagus deh Arsyana tidak jadi pergi dengannya.” Rino tersenyum. “Iya tidak masalah. Bisa lain kali,” jawabnya. “Enak saja lain kali,” gerutu sebal di dalam hati dari Raza. “Oh ya, Rino. Kenalin nih atasan saya yang sedang membeli banyak furniture di sini,” Arsyana memperkenalkan Raza kepadanya. Sebagai performalitasan saja Raza mau diajak berjabat tangan oleh Rino. “Senang bisa berkenalan dengan Anda

