Sial sial sial Kata Raka kesal, hampir saja dia tak bisa mengontrol dirinya tadi. Dini masih mematung di balik pintu dengan jantung yang berdebar hebat, laki laki itu dengan keberaniannya sangat blak blakan dengan perasaannya, dia sama sekali tak menerima penolakan semua harus menuruti ke inginannya tanpa pernah mendengarkan ucapan dan penolakan dari Dini. Dini mengambil nafas panjang untuk menyetabilkan jantungnya yang terus berdebar, dia mengunci pintu dan berjalan menuju kamar dengan langkah yang bergetar, Dia pun menutup pintu kamar pelan lalu duduk di kursi rias ,baru saja dia tenang betapa terkejutnya melihat lehernya dari cermin menampilkan jejak kissmrak dilehernya itu, Dini memegangi bekas kecupan Raka yang meningalkan jejak Raka sialan, teriaknya penuh kekesalan. Kenapa jad

