Karin berlari keluar dan berjalan munuju pingir jalan menghentikan taxsi yang sedang lewat di sana, sambil menghapus air matanya dia duduk di kursi penumpang, sesekali supir taxsi itu melirik ke arahnya kawatir. Mau di antar kemana bu? Karin menghapus air matanya dan membenahi rambutnya yang berantakan. Tolong antar ke taman Sari pak. Baik ,lalu supir itu melaju dengan kecepatan sedang menuju alamat yang di tuju. Raka dan keluarga Dini sudah berada di rumah sakit mengantarkan papa mertuanya, dengan raut wajah kawatir dan cemas Raka mondar mandir di depan pintu UGD. Lo udah menghubungi keluarga Karin? tanya Dini pelan dan Raka mengeleng lalu mengambil ponselnya dalam saku celana. Gue telfon dulu bentar ya, Dini hanya menganguk dan membiarkan laki laki itu pergi di sebrang lorong rumah

