Beberapa hari kemudian Raka sedang duduk di kursi kebesarannya sambil bersila menghadap luar jendela dengan tanggan memijit pelipisnya yang sedang menikirkan sesuatu, raut wajahnya sudah sangat jelas ia tak ingin di gangu, hari ini semua pekerjaan sudah ia selesaikan lebih cepat tapi masalahnya dia tak tahu harus berbuat apa. Teman temannya selalu mengajaknya klabing tapi tawaran itu selalu dia tolak dengan alasan banyak kerjaan padahal Raka sedang malas terlebih karena sudah sebulan ini tak bertemu Dini sedangkan Karin dan Biyan mereka sering jalan berdua meski mereka selalu mengajak Raka tapi sepertinya moodnya sedang tidak baik karena penyemangatnya sedang berduka. Karin masuk ruang kerja Raka tanpa mengetuk pintu, wanita itu langsung melangah dengan angun di depan meja kerja suami ya

