Dua Pria Tampan

1202 Kata

"Jangan?" Zyan menaikkan sudut alisnya, menatap Freya penuh selidik. Merasa terintimidasi oleh tatapan suaminya, Freya langsung menampilkan senyum menawannya. Sepertinya Zyan harus di perlakukan dengan lembut dan cara yang tak biasa. Freya jadi semakin tertantang untuk menguji keseriusan Zyan pada pernikahan mereka. "Iya, maksud aku jangan nolak." Cengengesan tanpa dosa. Zyan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis. "Ok. Mantap. Kalau gitu setelah semuanya beres, kita langsung pergi," kata sang sutradara. Zyan dan Freya menjadi orang terakhir yang akan meninggalkan tempat itu. Baru saja berjalan dua langkah, Freya harus kembali berhenti karena rasa perih pada lututnya. Dia meringis pelan, tangannya yang masih di genggam oleh suaminya pun langsung membuat langkah Zyan ikut te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN