"Aku mau mandi. Gerah!" katanya tanpa memalingkan wajah, menarik paksa tangannya. "Jawab aku, Frey! Kamu sengaja ingin menyinggungku?" Zyan semakin mengeratkan cengkeramannya di tangan Freya. Freya memutar matanya, lalu menghela napas kasar. Ternyata sikap kasar Zyan tidak sepenuhnya menghilang. Dan Freya harus kembali menerima perlakuannya. "Aku bicara fakta, mas. Sudahlah, aku enggak mau berdebat lagi. Jadi, tolong lepasin tangan aku." Zyan terus menatap Freya, menyelami kedalaman netra hazel yang menyimpan seribu jawaban atas pertanyaan pertanyaan Zyan selama ini. Begitu pula Freya yang seolah belum menemukan cinta di dalamnya. Dia masih perlu pembuktian atas semua permintaan maaf yang dia ucapkan sejak waktu itu. Menyesal belum tentu cinta kan? Seperti itulah pemikiran Freya

