"Hasilnya ... Aku ..." Zyan menaikkan sudut alisnya, menunggu jawaban pasti dari sang istri. Freya menarik napas panjang, menghela dengan lesu. Kepalanya tertunduk dengan mata yang berkaca kaca. "Negatif. Maafkan aku, karena ha-" "Hey, it's ok." Menarik tubuh Freya ke dalam pelukannya. "Enggak perlu minta maaf, darl." Membelai lembut kepala Freya lalu menciuminya. Air mata Freya jatuh, membasahi permukaan kulit dadaa sang suami. Tiba tiba saja hatinya merasa sedih dan kecewa karena hasilnya tidak sesuai yang mereka harapkan. Padahal Freya sudah begitu antusias untuk menyambut kehamilan anak pertamanya. Hampir setiap hari, tanpa sepengetahuan Zyan dia rutin mengkonsumsi s**u program hamil yang di berikan oleh Renata saat itu. Pun dengan mengkonsumsi buah dan sayuran yang bisa menyubu

