Benci Suara Hujan

2011 Kata

"Kak Freya. Kak..." Asisten Freya berlarian mendekati Freya dan Gista dengan napas terengah engah. "Kenapa, Ting?" Freya mengerutkan dahinya. "Ada bahayakah?" godanya. Kiting menunjuk ke arah belakang mereka sambil mengatur pernapasannya. "Lebih sari bahaya, kak. Itu ... di sana ...." "Di sana kenapa?" "Ada ribut ribut. Semua tim pada ketakutan..." "Ketakutan kenapa? Kamu coba deh kalau ngomong yang bener, Kiting!" Gista ikut menjawab. Asisten Freya menoleh ke arah yang dia tunjuk, lalu kembali menatap Freya. "Suami kakak. Suami kakak di sana mengobrak abrik stand kita. Dia marah saat melihat kakak enggak ada di mana mana." Freya langsung berdiri dengan mata terbelalak. Dia tak berpikir sebelumnya kalau Zyan akan bertindak nekat seperti itu. "Gila suami kamu, Frey. Segitunya sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN