*** “Cha, sebenarnya… aku curiga sama Milen, makanya aku marah sama kamu. Kamu kayak welcome banget sama dia… sementara dia nggak pernah welcome sama pegawai cafe yang lain.” jelas Vic. “Aku harus apa dong? Kalau aku mendadak menjauh kan nanti gak enak juga…” “Kak Icha… aku bener-bener punya firasat yang enggak enak sih sama Kak Milen. Dia emang tampan sih, tapi kalo aku perhatikan dia tuh mukanya kayak bisa tiba-tiba berubah licik gitu…” ujar Suji. “Dan satu lagi… Milen itu nggak pernah mau gabung sama kita kalau nggak ada maunya, jadi… kayak gimana ya? Orangnya misterius, tertutup banget,” sela Raska yang sedang asik melahap nasi kuning. “Jujur deh, aku bingung, tapi aku butuh bukti juga, gimana bisa aku percaya bahwa dia ada niat untuk berbuat jahat,” sanggah Icha. “Oke gini… aku

