*** “Gimana? Enak kan? Ini namanya spicy wings” Milen dengan bangga memperkenalkan nama menunya. “Woahhh… ini benar-benar enak, kenyal, berbumbu… pokoknya ini terbaik deh!” “Kalau kamu mau, aku bisa ajarin kamu masak menu itu…” “Beneran?” tanya Icha dengan raut wajahnya yang berseri. “Iya… nanti kalau Icha punya waktu kita masak bareng deh di dapur…” “Oke, Kak Milen!” Disisi lain cafe itu, Vic yang baru saja selesai menurunkan bahan-bahan makanan tak sengaja melihat Icha dan Milen yang tampak begitu akrab. Ada rasa sesak di d**a Vic ketika melihat Icha tertawa lepas dengan pria lain disana. Vic mengambil satu buah wortel lalu dimakannya, ia mengigiti wortel itu dengan penuh emosi. “Vic? Kamu mau merusak gigi dengan cara makan seperti itu?” “Tidak… aku hanya… aish!” umpat Vic kem

