*** Marsya memarkir mobilnya di halaman cafe tepi pantai, gadis berusia tiga puluh tahun itu baru saja tiba ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Ia melihat keadaan sekitarnya dan menemukan sosok Icha dan Vic yang sedang bercanda sembari membersihkan meja. Semua karyawannya sedang bekerja dengan sangat giat. Marsya terkekeh, ia masih merasa lucu ketika melihat Icha dan Vic. Anak para petinggi perusahaan malah kabur dari rumah mereka dan memulai hidup baru dengan perkerjaan sebagai pelayan sebuah cafe. Telepon Marsya berdering, gadis itu sumringah ketika melihat nama kontak yang muncul di layar ponselnya. “Hallo… Lau!” seru Marsya. “Hallo, Sya… gimana kabar kamu?” “Baik Lau… aku sedang memantau adikmu, si Victory.” “Tolong aku ya, biarkan saja Vic berada disana, biar dia s

