*** “Kenapa Kak Marsya meninggalkan calon tunangan kakak?” “Iya… itu karena aku belum mencintai dia, padahal kita selalu bersama. Seperti kamu dan Icha, kami berawal dari teman,” Marsya terdiam lagi, sepertinya ia sedang mengingat-ingat kenangannya lima tahun yang lalu. “Apakah itu juga alesan Kak Marsya menetap di Bali?” tanya Vic dengan penasaran. “Of course… aku nggak bisa lagi menatap wajah kedua orang tuaku ketika melakukan keputusan besar ini, dan yang paling parahnya… perusahaan orang tuaku kemudian bangkrut karenanya.” “Ah… maafkan aku, Kak Marsya. Gara-gara aku Kak Marsya jadi teringat kenangan itu.” “Nggak apa-apa…” jawab Marsya sembari menghela napas. “Terus gimana dengan calon tunangan kakak?” “Saat aku tahu bahwa sebenarnya dia mencintai aku… dia sudah menikah dengan p

