*** Suji melihat Victory yang tampak murung, pria itu menopang dagunya di meja kasir. Suji datang menghampirinya dan duduk di depan pria itu, ia mengajak Vic mengobrol santai. “Kak Vic… kenapa murung banget? Kak Vic sakit?” “Enggak, Ji… aku cuma lagi capek.” “Ya udah, Kak Vic istirahat aja dulu, biar aku saja yang jagain kasir buat Kak Icha,” tawar Suji. “Icha bakal balik lagi enggak ya? Dia bilang nggak sih?” tanya Vic. “Enggak bilang sih, Kak…” “Oh iya Kak, Suji mau ngomong sesuatu sama Kak Vic…” kata gadis itu lalu lebih mendekatnya dirinya kearah Vic. “Apa tuh?” raut wajah Vic berubah penasaran. “Mmmm…. Sebenarnya…” CUP! Dengan cepat Suji mengecup pipi Vic lalu gadis itu kembali menarik dirinya dari Vic. Vic kebingungan lalu menatap Suji dengan raut penuh tanda tanya. “Suji

