*** Aiden mengantar Victory pulang ke rumahnya siang itu. Vic dengan tampilan yang agak kusut itu pun turun dari mobil Aiden. Tidak langsung masuk ke dalam, ia mengetuk kaca mobil itu untuk mengajak Aiden mengobrol. "Kenapa lagi? Mau gue anterin sampe ke dalem rumah?" cibir Aiden. Victory menggeleng. "Ya enggak lah, ngapain? Cuma mau ngingetin yang tadi... tolong lacakin nomor telepon yang neror Icha," pinta Victory. "Sip... pasti lah, apa sih yang enggak buat kamu?" Aiden melemparkan kedipan mata genitnya kepada Victory. "Udah, pergi sono... gue mau muntah, uekkk!" Aiden memonyongkan bibirnya mendengar ucapan Victory. "Dasar teman Dakjal!" maki Aiden, kemudian menginjak pedal gas. Lambaian tangan Victory mengantarkan kepergian Aiden dari hadapannya siang itu. Vic pun masuk ke dal

