#72. Ziliaris.

1208 Kata

*** Tuuuut... Tuuuut... Tuuuut... Bunyi nada sambung telepon yang sudah berkali-kali Victory dengarkan dalam kurun waktu setengah jam ini. Ia menelepon Icha berkali-kali namun yang dituju enggan menerima panggilan telepon itu. Victory semakin putus asa, gemas sekali rasanya, ingin marah tapi semua yang terjadi adalah akibat kesalahannya sendiri. Victory merasa bodoh, namun nasi sudah menjadi bubur, yang harus ia lakukan sekarang hanyalah berusaha menjelaskan pada Icha bahwa foto itu tidaklah benar, dan ia sudah dijebak. Tapi Icha tidak mungkin percaya dengan mudah, mengingat sifat keras kepala Icha yang begitu luar biasa. Victory rasanya ingin pasrah, tapi lagi-lagi ia merasa bodoh jika ia menyerah sebelum berusaha. "Ichaaa... angkat dong, Cha!" gumam Vic sembari mengulang panggilan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN