*** Victory menghela napas, ia memandangi atas meja, masih tersisa dua potong pizza di atas piring. Victory mengambil satu potong kemudian melahapnya dengan penuh emosi. "Ngasal! Hak hisa halo hak huat haku hesel!" (Dasar! Gak bisa kalo gak buat aku kesel!) gumam Vic dengan mulutnya yang penuh dengan pizza. Victory menyambar gelas berisi cola miliknya kemudian meminumnya tanpa sedotan. Pria yang sudah hilang kesabaran itu sudah tidak bisa kompromi dengan sebuah sedotan lagi. PAK! Agak kasar Victory meletakkan gelas itu di atas meja hingga menimbulkan bunyi. Pria itu jadi panik sendiri setelahnya, ia sibuk memeriksa gelasnya jika retas atau tidak. "Syukurlah... tidak pecah!" ujar Vic sembari menyapu dadanya. Ia menoleh kekiri dan kekanan, memastikan tidak ada pegawai restoran yang me

