*** "Hah? Siapa yang cantik?" tanya Vic sekali lagi karena tak mendengar dengan jelas perkataan Raska. "Icha... kataku, dia cantik banget... pasti akan mengundang banyak pelanggan,” jawab Raska dengan mantap, jiwa marketingnya meronta-ronta. "Oh, iya... iya..." Vic merasa aneh sekarang. Victory melihat kekiri dan kekanan berulang kali. Ia mengecek apakah ada pelanggan yang datang karena melihat Icha yang cantik bak bidadari turun di cafe, namun ia tak menemukan satu pun. Sementara itu Icha yang sedang sibuk mengelap meja dan kursi, gadis itu sama sekali tak memperdulikan Vic yang bergerak kesana-kemari tak jelas. Yang Icha tahu adalah, ia harus membersihkan meja dan kursi agar supaya tamu yang datang merasa nyaman dan betah berlama-lama di cafe itu. Tak lama kemudian datanglah beb

