Dia datang dan menghampiriku. Lalu ia memberikan setangkai bunga mawar merah yang sangat cantik, seraya berkata, “Terimalah bunga ini. Bunga yang cantik seperti parasmu. Aku akan selalu hadir di sisimu dengan sejuta cinta. Kebahagiaanmu adalah hal yang berharga untukku. Selalulah tersenyum, karena senyummu dunia pun turut bahagia.” Kemudian, aku merasakan langit mulai menurunkan hujan yang hanya membasahi wajahku. Di awal tahun baru ini, tak pernah ada yang spesial bagiku. Ya, tak kan pernah ada. Sendiri dan selalu sendiri, itulah yang aku rasakan. Kurang dua hari lagi aku akan masuk sekolah setelah dua minggu kemarin aku libur sekolah semester satu. Tapi tetap saja, tak ada rasa senang akan hal itu bagiku, karena di sekolah tak ada satu pun orang yang spesial yang bisa membuatku semangat

