Tie 30

3268 Kata

Zian akhirnya berhasil untuk dibujuk pergi ke panti asuhan. Pamannya terlihat senang karena Dewi berhasil membuat Zian keluar dari kamarnya. Mereka berdua pun diantar pamannya pergi ke panti asuhan. Selama di dalam mobil Zian lebih banyak melihat ke luar kaca jendela mobil. Sesekali Dewi melihat ke arah Zian, namun masih terlihat kesedihan yang cukup mendalam tergambar di wajah Zian. Siapapun pasti akan merasakan kesedihan yang mendalam apabila kehilangan orang yang teramat dicintainya. Dewi mengeluarkan napas secara perlahan. Ada beban berat dihatinya. Bukan hanya karena kehilangan sahabat terbaiknya. Tapi kini ia tak tahu bagaimana harus berhadapan dengan Zian, orang yang begitu ia cintai, tapi mencintai orang lain.   “Zian, kamu tahu kan bagaimana Alina mencintai semua orang yang ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN