Zian yang mendengarnya segera mencatat alamat dan segera pergi untuk mendatangi alamat tersebut. Tak perduli hujan yang masih turun dengan cukup lebat, Zian mempercepat langkahnya dan menghilang ditengah deru tetesan hujan yang turun. Meski sudah beberapa kali dibujuk untuk pulang dan membersihkan dirinya, Zian dengan tegas menolak sampai mendapat kepastian kabar tentang Alina. Ibu pengurus panti, pamannya pun menyerah dengan keras kepala Zian. Setelah hampir tiga hari menunggu, akhirnya kepastian itu pun datang. Zian merasa dirinya siap untuk mendapat kabar terburuk sekalipun. Namun ternyata tidak. Saat para tim penyelamat menemukan sebuah pakaian yang sudah robek dan ada beberapa bekas terbakar, seleuruh saraf di tubuh Zian menegang. Dirinya sangat ingat pakaian yang terakhir

