“Wah, seru ya pertemanan kalian.” Melly menatap lukisan tiga sahabat yang terpasang di tengah aula panti asuhan. “Aku jadi iri.” “Bukannya kamu juga punya sahabat yang seru kayak kita?” Dewi teringat dengan Lolita dan Santi. Sayang, karena permintaan dokter yang merawat Melly harus membangun pertemanan dengan orang selain yang sudah dekat dengannya. Dan kini, Melly mulai akrab dengan Dewi. Banyak cerita yang akhirnya mampu membuat Melly menyadari kalau selama ini dirinya selalu dimanjakan oleh keadaan. Orang tuanya memang sering tak ada disampingnya, namun keadaan dirinya lebih baik dari pada siapapun yang berada di panti asuhan ini. Bahkan dihadapan Dewi dirinya bukanlah siapa-siapa. semenjak kepergian ayahnya Dewi yang menjadi penanggung jawab utama di panti asuhan ini. Belum la

