Semua kini menatap Kanaya dengan tatapan tak percaya, Kanaya yang di tatap seperti itu dan jadi pusat perhatian kelas berdegus kesal. Rayyan justru terseyum tanpa dosa sedikit pun.''Wah sepertinya Kanaya kenal dengan Rayyan gimana Kanaya dan Rayyan duduk sebelah aja jadinya bisa bantu Rayyan'' Kanaya membulat matanya''Baik bu..'' dengan pasrah Kanaya menyetujuinya. ''Rayyan duduk di sebelah Kanaya ya'' Rayyan pun melewati Kenzo tapi justru mendapatkan tatapan tak suka, Rayyan hanaya membalas dengan seyum saja, Kenzi menyodorkan tos ala -ala anak laki-laki. ''Nah anak -anak buka buku bahasa kita lanjut cerita yang kemarin yang sempat tertunda,'' perintah bu guru. ''baik buuu!'' seru para murid. Rayyan membuka tasnya tapi hanya mengeluarkan pensil dan buku catetan sedangkan dirinya

