Sesekali Aeera melirik ke arah sampingnya, pada sosok pria yang berjalan beriringan dengannya. Ada desiran aneh dalam hatinya setiap kali berdekatan dengan pria ini. Bukan karena parasnya, melainkan karena sesuatu pada diri pria itu yang entah kenapa selalu membuat jantung Aeera berdetak tak karuan. Aeera sendiri heran, kenapa perasaan asing seperti ini bisa dia rasakan pada Reiga belakangan ini. Padahal dua tahun mereka bersama, tak pernah sekali pun dia merasa seperti ini. Hari ini, sekali lagi Reiga memperlakukannya dengan baik. Mengabulkan keinginannya tanpa ragu, membuat perasaan Aeera menghangat. Bahkan dia menemani Aeera berada di klinik sampai malam nyaris tiba. Menepati perkataannya yang mengatakan tidak akan membiarkan Aeera sendirian lagi. Rasa benci Aeera pada pria itu mulai

