Jeros tak tahu harus bereaksi seperti apa selain diam mematung saat mendapati majikannya tengah mengerang kesakitan di atas kasur yang bersimbah darah. Ekor Lucia masih memancarkan sinar putih yang menyilaukan. Namun, ada yang aneh di sini. Jeros yakin tak salah lihat, dia hanya menemukan ekor itu berjumlah delapan, dimana seharusnya jumlah ekor Lucia adalah sembilan. Jeros bergegas berlari menghampiri, terbelalak sempurna tatkala melihat darah itu tak hentinya mengalir dari lubang yang sepertinya bekas luka karena salah satu ekor Lucia terpotong. “T-Tuan, apa yang terjadi pada Anda?” Tanyanya panik. Lucia yang tengah menunduk sembari kedua tangannya mencengkram erat seprai yang melapisi tempat tidurnya, mendongak. Seketika membuat Jeros melangkah mundur karena melihat iris mata kebi

