Jika dulu Aeera akan merasa gugup dan takut bersamaan dalam situasi seperti ini. Sekarang perasaan itu tak dia rasakan lagi. Meskipun kini dirinya tengah berdiri di depan singgasana Raja dan Ratu, Aeera sama sekali tak gentar. Tatapannya lurus ke arah sang Raja dan Ratu, kedatangannya ke ruangan ini tidak lain dan tidak bukan karena dia ingin menanyakan sesuatu tentang suaminya, Lucia. “Cucuku, Aeera. Kami sudah mendengar tentang kejadian semalam. Sebagai neneknya, aku sangat merasa bersalah padamu. Tidak seharusnya kau diperlakukan sekasar itu oleh Lucia pada saat ritual malam pertama kalian harusnya dilakukan,” ucap Ratu Adena, memecah kesunyian. Aeera menggelengkan kepalanya, bukan masalah ini yang ingin dia bahas bersama Raja Alexis dan Ratu Adena. “Tidak apa-apa, Yang Mulia Ratu

