LIMA PULUH EMPAT

2348 Kata

Lucia mendelik tajam pada Rania yang masih berdiri di sampingnya dan berniat menyentuh lengannya, dengan kasar menepis tangan gadis itu dan mendorongnya sekencang mungkin sehingga Rania terjengkang ke belakang hingga dirinya jatuh berbaring di lantai. Rania meringis kesakitan, tak menyangka Lucia akan bersikap sekasar itu padanya.  “Jadi kau menjebakku? Kau bekerja sama dengan gadis itu rupanya.”  Gadis yang dimaksud Lucia tentunya Gema karena Lucia tak mungkin melupakan dirinya bisa datang ke gudang ini karena Gema mengarang cerita dengan mengatakan Aeera-lah yang menyuruhnya datang ke gudang.  Rania menggeleng-gelengkan kepala, “Tidak, Kak. Tadi itu aku refleks mencium kakak karena sebenarnya aku menyukai Kak Lucia. Aku sama sekali tidak tahu Kak Aeera kebetulan datang ke gudang.”  L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN