Lucia mendelik tajam pada Rania yang masih berdiri di sampingnya dan berniat menyentuh lengannya, dengan kasar menepis tangan gadis itu dan mendorongnya sekencang mungkin sehingga Rania terjengkang ke belakang hingga dirinya jatuh berbaring di lantai. Rania meringis kesakitan, tak menyangka Lucia akan bersikap sekasar itu padanya. “Jadi kau menjebakku? Kau bekerja sama dengan gadis itu rupanya.” Gadis yang dimaksud Lucia tentunya Gema karena Lucia tak mungkin melupakan dirinya bisa datang ke gudang ini karena Gema mengarang cerita dengan mengatakan Aeera-lah yang menyuruhnya datang ke gudang. Rania menggeleng-gelengkan kepala, “Tidak, Kak. Tadi itu aku refleks mencium kakak karena sebenarnya aku menyukai Kak Lucia. Aku sama sekali tidak tahu Kak Aeera kebetulan datang ke gudang.” L

