Malam itu hujan deras. Azura sedari tadi duduk menggerutu karena kepanasan padahal cuaca lagi dingin-dinginnya. Dengan sesekali mengelus perutnya yang mulai membesar, gadis yang mencepol rambutnya itu duduk dengan bibir mengerucut. Alvaro terlihat membuka pintu kamar dengan menenteng nampan berisi minuman hangat. Pemuda jangkung itu sekilas tersenyum samar lalu meletakan nampan di atas nakas. "Kenapa? Perutnya masih sakit?" Tanyanya mendekat pada Azura yang hanya memberenggut tidak ingin melihatnya. "Pakai selimut yah? Nanti kamu kedinginan." Tambah Alvaro hendak mengambil selimut di sampingnya. "Ck. Aku tadi udah bilang, aku tuh kepanasan. Masih gak ngerti juga?" Alvaro menggaruk rambutnya yang tak gatal dengan tersenyum bodoh, "tapi kan hujan, sayang? Nanti kamu masuk angin," ujarnya

