Arrayan?

1150 Kata

Alvaro berdiri dengan bergerak cemas, masih memandangi pintu ruangan yang tertutup itu. Pakaiannya yang lembab karena hujan pun sama sekali tidak ia hiraukan. Fokusnya sekarang hanya untuk sang istri yang sekarang sedang berjuang di dalam sana. "Elo gak nemanin Azura?" Tanya Azzam yang berdiri di sampingnya sedari tadi, Maliq yang menyender pada kursi hanya mengangguk membenarkan dengan kening mengkerut. "Katanya dia malu, makanya mau lahirin sendiri dibantu dokter aja. Kalau sama gue katanya berasa gimana gitu, bodoh yah?" Ujarnya tertawa kecil lalu menghela panjang lagi membuat kedua temannya yang sedari tadi menemani itu jadi melongos panjang. "Senggaknya elo nguatin dia di dalam, biar Azura gak ngerasain sakit." "Elo mah enak ngomong, Zam. Gue tadi udah nawarin diri malah dapat ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN