Pancingan?

1145 Kata

Dokter tampan itu menutup pintu ruangannya pelan dengan menyempatkan menguncinya. Kepalanya ia tolehkan ke samping sembari mengedarkan pandangannya mencari Metta yang beberapa hari ini bersikap acuh padanya. Pemuda jangkung itu jadi merasa aneh, karena biasanya dirinyalah yang seharusnya dingin dan cuek. Bukan, malah sebaliknya. Arseno melangkah pelan dengan menghela panjang. Berusaha untuk tidak menanggapi banyak. Pemuda itu mendongak kecil dengan menghentikan langkahnya saat melihat gadis berambut sebahu dengan jubah dokternya tengah melangkah mendekat kearahnya. Metta menarik bibirnya pelan. "Kemana aja? Daritadi gue nyariin." Ujar gadis itu masih tersenyum samar buat Arseno menautkan alis, "elo nyariin gue? Buat apa?" Balasnya merasa aneh sendiri. Karena beberapa hari ini gadis di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN