"Sini biar Laura pasangkan dasinya mas.." ujarku seperti biasa. Ferdi hanya melirikku sekilas lalu membiarkanku memakaikan dasinya. Tidak biasanya ia begitu, setiap pagi ia selalu tersenyum bahkan menggodaku. Tapi hari ini ia berbeda. Setelah itu aku mengajaknya turun untuk sarapan pagi sebelum berangkat kerja. Ia kembali mendiamkanku dan hanya tersenyum tipis tanpa menoleh ke arahku. Saat di dalam mobil ia juga banyak terdiam, meski sesekali aku memulai obrolan ia hanya tersenyum. Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Seharian aku hanya murung, ia tak lagi datang disela-sela waktu untuk menyapaku seperti biasa. Waktunya pulang aku menunggunya di lobi hotel dan ia pun turun. Aku kembali memulai pembicaraan namun ia malah semakin cuek padaku. Aku sedih karena aku sangat membenci didia

