Dengan tidak enak hati Rian pamit pulang namun ibu melarangnya. Ibu mengajak Rian ikut makan bersama kami. Ia tidak menolak dan dipersilahkan duduk bersama ayah sementara aku mempersiapkan makanan yang sudah ibu masak dan menyusunnya di meja makan. "Apa kabar Laura..?" aku yang tengah fokus menata meja makan terkejut dengan kehadiran Rian. "Ya ampun terkejut aku..." ia tersenyum. "Alhamdulillah aku dalam keadaan sehat. Gimana denganmu? Oiya kok kamu disini bukannya diruang tamu?". "Syukurlah kalau kamu sehat, aku juga begitu. Iya aku tadi bilang mau ke toilet, padahal cuma mau ngobrol sama kamu saja. Oiya Ra... Hmm... Itu si Ferdi kok bisa ada dirumah kamu?" ia bertanya. Aku yang tadinya tersenyum seketika diam seribu bahasa memikirkan jawaban. " Ferdi suami aku. Aku sudah menikah deng

