Rian yang baik ini menjaga dan berusaha menghiburku. Meskipun tidak sembuh tapi ia tidak pernah tersinggung dengan sikap dinginku dan membuatku merasa aman didekatnya. "Baju kita formal banget untuk ke wahana bermain gini yan, kamu nggak malu?" tanyaku. "Enggak Ra... santai ajalah toh mereka nggak kenal kita. Itukan yang kamu bilang dulu" jawabnya. "Hmm... Kok perasaanku nggak enak gini ya? Apa karena belum izin sama Ferdi jadi aku kepikiran takut dia marah" gelisah batinku. "Kenapa Ra..?" tanya Rian yang mungkin menyadari risauku. "Hmm gpp kok. Rian aku angkat telepon sebentar ya.. " pamitku ketika Ferdi menelponku. "Halo Laura.. Pergi kemana kamu sama si Rian. Nggak bilang lagi sama aku. Aku ini suami kamu, kamu harus izin sama aku kemanapun kamu mau pergi.. Sekarang kamu dimana

