"Sayang..." pangil Ferdi. "Iya mas.." balasku. "Mulai sekarang proyek kamu dengan PT. Cipta Karya mas yang handle..." ujarnya. Aku terpelanga dibuatnya. Apa dia masih cemburu perihal kemarin aku dan Rian. "Loh kenapa mas..? Gara-gara Laura keluar dengan Rian kemarin? Mas saya kan sudah bilang saya dan Rian nggak ada apa-apa. Lagian proyek yang kamu pegang sudah banyak dan itu aja belum semuanya terhandle oleh kamu, malah mau ditambah" argumen ku. "Pokoknya proyek itu mas yang handle. Titik, tanpa bantahan. Sekarang ayo kita berangkat... " titahnya dan terpaksa aku hanya diam. Aku kesal sebenarnya, tapi yasudahlah aku tidak ingin ribut dengannya pagi-pagi jadi aku menurutinya. Tapi semakin hari, Ferdi semakin membuatku tidak nyaman dengan larangan ini itu terhadapku. Entah karena pose

