67 | Pengakuan Rildi

1521 Kata

BUMI BAGAISAR "IYA gue yang nuker." Jawabnya dengan nada ringan. Kalian pasti sudah tahu siapa yang mengatakan kalimat seenteng itu, manusia yang selalu berpakaian necis dengan segala tingkat kepercayaannya yang tinggi ini lah yang mempunyai nama lengkap Muhamad Rildi Akbar yang baru saja berbicara kepadaku. Yang baru saja mengakui jika dia yang menukar proposal Shania, manusia yang sejak pagi hingga jam kerja habis tak kembali lagi ke kantor dan malah memintaku bertemu di luar kantor tepat jam 7 malam di sebuah kafe kopi di daerah Kemang. Dan pada akhirnya, dengan sangat terpaksa aku ada di sini. Menemuinya hanya untuk meminta penjelasan, tentang apa yang sebebarnya terjadi. "Kapan?" "Kemarin." "Kenapa?" "Iseng aja." "Lo tahu lo ngerugiin siapa?" "Iya tahu, makanya gue mau minta m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN