BUMI BAGAISAR "BOLEH saya temani?" "Silahkan." Ucapku pada seorang perempuan berparas cantik nan anggun dihadapanku ini. Dia lalu menarik kursi, dan langsung duduk dihadapanku. Ditangannya terdapat segelas wine yang masih belum tersentuh, kurasa dia baru saja mengambil minuman itu didalam saat setelah dia selesai makan. "Duduk di sini memang enak, tapi kalau hujan kita bisa kehujanan." Dia mengucapkan kalimat yang sangat aku ketahui itu dengan senyum, bagi sebagaian orang senyum yang dia punya adalah sebagai magnet penarik diri. Siapapun yang melihat senyun itu pasti tak akan bisa melupakannya, namun bagiku tak ada senyum yang lebih indah dari senyum milik Shania. Dia adalah Irene, anak dari salah satu pengacara ternama tanah air. Dulu, saat usianya baru menginjak 17 Tahun kami sudah p

