Setelah pernikahan aku dan Shiva. Kami melanjutkan tugas mencari Sang Kunci.
"Kalian lakukan semedi saat setelah malam pertama. Disana kalian akan mendapatkan petunjuk." Begitu lah kata Ki Saman. Saat kami menyelenggarakan pesta.
Sehabis indehoi kami melakukan Tapa. Disitu aku melihat sebentuk kota.
Keesokan hari nya kami menceritakan kepada Ki Saman.
"Kalian harus ke Kota Pekanbaru. Di kota itulah kalian akan ditemukan dengan sang kunci." Kata Ki Saman.
"Bagaimana cara kami memastikan sang Kunci ki" Tanya Shiva.
"Bukan kah kalian sudah melihat saat mandi di sungai ajaib..?" Tanya Ki Saman.
"Benar ki, Hanya saja kami ragu. Kareba banyak nya kemiripan orang ki." Kata Shiva.
"Hmmm..." Kata Ki Saman.
Sesaat beliau terdiam, seakan mengingat-ingat sesuatu.
"Sang kunci pertama adalah seorang laki-laki. Berpenampilan kurus. Namun memiliki Alis mata berbeda kiri dan kanan. Alis mata sebelah kiri nya naik separoh. Alis mara sebelah kanan normal. Dia sering melihat makhluk astral dan sering mimpi aneh. Sehingga dia merasa dia dikerjain atau di santet oleh orang. kalian akan menjumpai nya di Pekanbaru. Namun disana kalian harus menjadi dukun." Ucap Ki Saman.
"Haaa... " Ucap Shiva kaget.
Aku hanya tersenyum-senyum melihat keterkejutab Shiva.
Bisa kubayangkan bagaimana seorang Putri Kerajaan besar harus jadi dukun di alam manusia.
Shiva melihat aku tersenyum melototkan matanya. Lalu tangan nya mencubit tangan ku
"Aduh..." Ucap ku.
"Sang kunci kedua dan seterus nya lewat dia bisa kalian cari. ciri-ciri kedua. mempunyai pusar-pusar rambut di kening dan Pusar-pusar rambut di kuduk nya. Sering mengalami mimpi aneh. yang ketiga memiliki kepandaian tanpa belajar. Gemuk dan mempunyai pusar bodong. Yang keempat seorang wanita. Mencintai yang tidak do cintai. Tapi pernah mimpi di temui oleh Putri Raja Jambulipo. Saat kalian ceritakan ini ke sang Kunci pertama, maka kalian akan fi antar kan ke Sang kunci selanjut nya.
Begitulah pesan Ki Saman saat kami mau berangkat ke Kota ini.
Ini bulan kelima kami di Pekanbaru. Banyak pasien yang berobat pada kami. Memang dari para pasien banyak yang kena penyakit ghaib.
Kalau yang penyakit non ghaib kami menolak mereka dan menyarankan ke rumah sakit. Bukan kami tidak mampu. Namun itu rezeki pihak rumah sakit.
Hampir setiap hari rumah kami di kunjungi pasien. Bahkan ada yang rela antrian sampai berjam-jam lamanya.
Aku sebenar nya gak terlalu suka dengan keadaan ini. Namun, karena tugas penting bagaimana lagi.
Sebuah tugas mencari sang kunci pembuka Harta Karun terbesar. Thesaurus Bondo.
Hari ini kami kedatangan pasien lagi, seorang anak gadis yang menurutku cukup cantik namun belum secantik Shiva.
Dia datang berasama ibu nya. ibu nya bilang nama anak nya inj Ani. Dia sudah seminggu ini sering kerasukan. Kejadian itu terjadi setelah Ani memilih pisah dengan Cowok nya.
Aku hanya menangguk angguk saja.
Sesaat setelah cerita tiba-tiba Ani berteriak. Kemudian Ani tersenyum-senyum sendiri.
Aku hanya tersenyum saja. Aku melihat sosok kuntilanak merasuki jiwa nya.
"Cakep nya..." Kata Ani menoel dagu ku.
"Dasar Setan ganjen" Kata Shiva sambil berdiri.
Ibu Ani kelihatan cemas elihat Shiva berdiri.
"Buk yang di marahinya setan yang merasuki anak ibuk, bukan anak ibuk." Kataku pada ibu Shiva.
Dan Shiva kelihatan nya memang marah. Karena daguku di colek setan ini.
Shiva menggerakan tangan seperti menangkap lalat di atas kepala ani.
Ani lansung jatuh pingsan.
Kejap berikut nya Shiva menghilang dari pandangan orang banyak. Ibu Ani kelihatan cemas dan pucat.
"Buj jangan cemas. anak ibuk sudah sehat. Saat ini istri saya sedang berkelahi dengan setan yang mengganggu anak ibuk." Ucap ku.
Aku tenang - Tenang saja. Karena Shiva bukanlah tandingan Si Kunti itu. Dan sekarang Si Kunti babak belur di hajar Shiva.
"Pulang ke tuan mu sekarang.." Ucap Shiva.
Hanya aku yang mendengar kata-kata Shiva.
Kemudian Shiva mewujudkan diri nya kembali.
" Buk anak ibuk sekarang sudah sehat. Saya telah mengusir setan itu" Ucap Shiva.
"Terimakasih nak.." ucap ibuk itu.
Kalau saja ibuk itu tahu berapa usia Shiva mungkin panggilan berbeda.
Shiva mencubit pahaku. Karena Shiva mendengar kata hati ku.
Ibuk itu meletak kan amplop di depan kami.
" Buk, bawa saja uang nya. Namun saya hanya akan memberi saran sama ibuk. Sebaiknya mahar anak jangan terlalu tinggi. Jika mahar seorang anak terlalu tinggi maka zina akan murah.." Kataku memberi pesan.
Ibuk itu hanya menganggu, namun aku sendiri tidak tahu makna anggukan nya. Apakah berarti setuju.
Dan amplop itu tetap di tinggal nya. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat nya Dia pikir mungkin aku butuh uang itu. Kalau masalah uang saya bisa mengambil emas dalam alam ghaib.
Atau aku yang salah arti, mungkin ini hanya sebentuk rasa terimakasih nya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Dua hari berselang dari Ani yang di obati Frangky suamiku tersayang.
Hari ini masih seperti hari-hari sebelum nya. Pasien terus saja berdatangan dan makin banyak saja. Sementara Sang kunci belum juga muncul.
Aku gak bisa memanggil sukma nya karena aku belum pernah berjumpa dengan nya. Dan dicari dalam jalur ghaib pun, sukma nya seakan terlindung suatu kekuatan.
Jujur aku bosan dengan kegiatan ini. Tiba-tiba saja aku harus menjadi dukun dan menerima upahan dari para pasien.
Kalau bicara harta, gini - gini aku adalah anak seorang raja. Harta bukan suatu masalah bagiku. Satu-satu nya kebahagian adalah ketika yang di obati merasa sembuh.
Namun sisi lain nya juga menimbulkan permasalahan baru Para dukun santet sering menyerang Aku dan Frangky.
Bagi kami bukan masalah besar dengan serangan-serangan dukun sesat itu. Karena di bandingkan pemgalaman aku dan Frangky belum apa-apa. Bukan aku sombong, hanya bercerita kenyataan. Ya kalian tahu sendiri kan perjalanan kami seperti apa. Di tambah lagi aku adalah makhluk ghaib.
Seperti hari ini, saat kami sedang melakukan pengobatan pafa pasien. Tiba-tiba datang angin kencang. Dan Sebuah makhluk hitan tinggi berdiri di depan kami. Dan tentu saja yang bisa melihat hanya aku dan Frangky.
"Sayang aku hajar dulu makhluk ini." Kataku pada Frangky.
Frangky hanya mengangguk.
Aku segera pindah ke alam ghaib. Makhluk ini hanya lah gendoruwo yang di manfaatin dukun. Atau malah dukun yang di manfaatkan nya.
Biasa nya gendoruwo akan meminta imbalan yaitu b******a dengan istri si dukun dengan cara menjelma menjadi dukun itu sendiri.
Dukun itu pasti tahu keadaan itu. Tapi mata hati nya telah tertutup dengan ajian ilmu hitam.
"Grrrmmmm.." geram gendoruwo padaku.
Aku hanya senyum mengejek.
Tangan besar nya mengayun kearahku. mungkin ingin meremas tubuh ku sampai hancur.
Aku hanya menyentil tangan nya.
Gendoruwo itu berteriak kesakitan. Teriakan nya sedikit membuat goyang gambar di dinding rumah kami.
"Cepat bawa tuan mu kesini. kalau kau tidak ingin mati." Teriak ku.
Teriakan ku yang di aliri tenaga dalam tingkat tinggi membuat gendoruwo terpekik.
Darah hitam busuk keluar dari kedua telinga nya.
"ampun...." Teriak nya.
" Cepat jemput Tuan mu.." Teriaku.
" Baik.." jawab nya.
kemudian dia menghilang.
Aku masih di alam ghaib. Aku lihat Frangky hanya tersenyum padaku. Dan memang beberapa pasien kelihatab ketakutan Ketika gambar dinding jatuh karena terikan ku. Apapagi aku menghilang di depan mereka.
Tak lama aku menunggu. muncul seorang lelaki separoh baya berpakaian hitam.
Lelaki itu menatap ku tajam. Dari matanya keluar sinar kecil hijau.
Aku tahu itu ilmu pelet. Mungkin dengan memelet ku dia pikir bisa manfaatkan aku.
Aku menyapu sinar itu dengan tanganku. Sinar itu kemudian hilang.
"Hmmm.. kubunuh kau dengan ilmu pemungkas ku..." Kata lelaki itu.
Tangan kanan nya keluar sinar merah sebesar ibu jari kaki.
Mungkin bagi yang lain sinar ini bisa sangat mematikan. Tapi bagiku sinar ini hanya permainan saja.
Aku menangkap sinar ini dan memainkan serta merubag menjadi bola.
Akun memainkan sinar di tangan ku sambil berkata.
"Ilmu mu akan aku cabut. Kau akan hidup di alam ghaib sampai kau menyadari dosa-dosa mu." Ucap ku.
Aku lalu meremas sinar di tanganku hingga hancur. Kejap berikut nya aku telah berdiri di belakang laki-laki itu.
Dia tidak bisa mengelak, karena kecepatan ku tidak mampu dia ikuti.
Aku meletak kan tangan ku di kepalanya. Lalu mencabut seluruh ilmu nya.
Kemudian aku.memberi satu perlindungan diri padanya. Sehingga makhluk ghaib tidak mampu iseng pada laki-laki ini.
Dan saat dia menyadari dari hati kecil nya akan segala dosa yang telah di perbuat nya. Secara otomatis dia akan muncul di alam manusia lagi.
Aku melambaikan tangan seperti menghalau lalat. Aku membuang laki-laki itu ke alam perbatasan.
Ini adalah yang ke dua puluh dukun yang ku buang ilmu nya.
Kemudian aku muncul kembali ke alam manusia.
Sore hari akhir nya semua pasien - pasien telah selesai di obati.
saat nya aku dan Frangky istirahat.
Tok...Tok..Tok...
Suara pintu di ketuk seseorang. Aku agak sedikit kesal. Bukan kah sudah di umumkan. Kami hanya membuka pengobatan sampai jam lima sore. Tapi.kenapa ada lagi yang datang.
Tok...tok..tok..
"Assalamualaikum..." Teriak suara.
Karena salam yang dia baca aku harus menjawab nya.
"Waalaikum salam" Jawab aku dan Frangky serentak.
Kemudian kami menuju pintu. Lalu.membuka nya.
Di depan pintu berdiri seorang pemuda agak kurus memiliki alis berlainan antara kiri dan kanan.
"Namaku Febri, maaf jika mengganggu. Aku ingin berobat." Kata nya.
Melihat itu semua aku dan Frangky saling pandang.
"Sang Kunci.." Teriakku dan Frangky.
Dia kaget dan mengerutkan kening karena tidak mengerti.
* * * - - Bersambung. SANG KUNCI - -* *