Terlihat segerombolan pasukan berseragam merah yang cukup besar. Sebagian pasukan menunggangi hewan aneh berbentuk seperti kuda, namun berkepala seperti buaya.
Jalan yang mereka lalui masih terbuat dari tanah, belum aspal seperti di alam manusia, sehingga membuat debu membumbung tunggi. Mengakibatkan pepohonan daun nya berwarna -warni menjadi seperti debu.
"Ayo semangat... kita pasti menang..." Teriak Pangeran Merah memberi semangat pasukan nya.
"Hup... hore..." Jawab pasukan nya serentak. Seakan menuju pasar malam saja. Padahal mereka menuju medan perang.
"Saya pasti menang. Saat ini kekuatan saya sudah sangat kuat. Apalagi saya punya pasukan dari sungai hitam abadi. Tak mungkin kerajaan Kobundokok mampu melawan pasukan sungai hitam abadi." Bisik hati Pangeran Merah.
Pangeran Merah sesaat terbayang bagaimana cara memanggil makhluk sungai hitam abadi. Pangeran Merah hanya perlu mengacungkan Keris Api ke udara dan berteriak datanglah. Maka segerombolan tengkorak akan datang.
Seperti nya dendam nya akan terbayar lunas..
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
"Sayang kenapa kamu menung..?" Tanya Frangky, mengaget kan aku.
Memang semenjak kepulangan kami dari Negeri Alang-Alang. Frangky belum kembali ke alam nya. Tubuh Frangky tidak akan terpengaruh oleh keadaan alam ghaib,karena sudah mandi di sungai ajaib. Begitu juga dengan ku, aku pasti aman di alam manusia.
"Saya memikir kan keadaan perang sayang. Akan banyak jatuh korban pasti nya. Bukan di pihak musuh saja, di pihak kita juga akan banyak korban. Kadang saya menyesali perkataan kasar saya terhadap Pangeran Merah. Namun jika saya lembut saya akan di desak nya menjadi istrinya. Dan saya lebih baik mati menjadi mayat dari pada menikahi dia." Jawab ku.
"Sayang, hidup ini hanya menjalani saja. mungkin ini adalah takdir yang mesti kita lalui. Bagaimana dengan persiapan pasukan..?" Tanya Frangky.
"Semua sudah bersiap di daerah perbatasan sayang..." Belum lagi ucapan ku sampai tiba-tiba ada suara menyela.
"Kerajaan Ngaitampang telah datang. Perang akan segera di mulai..." Teriak prajurit memberi tahu kami.
"Ayo sayang..." Ucap Frangky padaku.
Aku segera berdiri , Kejap berikut nya kami telah sampai di arena perperangan.
Dari jauh aku lihat segerombolan besar pasukan berwarnah merah menunggangi binatang perang.
Semakin lama mereka semakin dekat. Kalau dilihat dari pasukan nya. Tentara kami masih mampu menandingi. Apalagi saat ini kami mendapat bantuan lansung dari bukit sayang. Kemungkinan kami akan unggul.
Di barisan depan terlihat Pangeran Merah , Nyi Bungkuk Dan Ki mayit. Juga ada beberapa kalangan dari alam manusia yang, Mereka pasti murid-murid Ki Mayit.
"Serang...." Teriak Pangeran Merah.
"Serang..." perintah ku kepada seluruh pasukan.
Seperti Dua air bah bertemu. Dentingan beradu nya senjata tajam memekak kan telinga. Debu-debu membumbung ke angkasa. Teriakan kesakitan dan kematian terdengar silih berganti.
Aku memiliki naluri seoeang wanita. Tanpa sadar air mataku menetes deras.
"Awas..."
Dalam keadaan Terpana menyaksikan ke adaan perang yang tidak bisa di elakan. aku di kejutkan suara Frangky.
Dengan Reflek aku menghindar. Ternyata Nyi Bungkuk menghantamkan tongkat nya padaku.
Aku membalas serangan demi serangan Nyai Bungkuk. Karena aku telah terlatih di negeri Alang-Alang, Menjadikan aku seperti ini.
Akibat nya Nyai Bungkuk terdesak hebat oleh serangan ku.
Ki Mayit segera terbang ke arah Nyi Bungkuk. Namun di halangi Ki Hurib.
Pertarungan Hebat terjadi di antara mereka.
Langit yang tadi cerah tiba-tiba menjadi mendung. Kilat dan petir saling bersahutan.
"Aaaaahhhh..." Terdengar teriakan Ki mayit. Sepertinya dia berhasil di hajar Ki Hurib.
"Aaaahhhh" Teriakan Nyi Bungkuk.
Akupun berhasil menghantam d**a nyi bungkuk.
Melihat ini Pangeran Merah terlihat sangat murka.
Aku memandang Framgky. Tangan Frangky terlihat sudah mengeras. Pertanda Frangky siap melncarkan serangan.
"Datang lah..." Teriak pangeran Merah.
Tiba-tiba saja di tangan kiriPangeran Merah ada api seperti keris.
Pangeran Merah mengacungkan tangan nya ke angkasa.
"Nyik...nyik..."
Dari angkasa terdengar suara memekak kan telinga. Bahkan tenaga yang keluar dari teriakan nya sangat besar. Sehingga prajurit yang memiliki tenaga dalam Rendah jatuh pingsan.
Ternyata suara itu berasal dari segerombolan tengkorak berwarna hitam. Tanpa tangan tampa kaki.
Tengkorak itu sangat banyak, sehingga seakan menutup langit di arena perperangan.
para prajurit yang masih berdiri terdiam melihat tengkorak-tengkorak yang melayang kian kemari.
Tanpa perintah tengkorak-tengkirak itu melayang ke arah prajurit kami yang masih berdiri. Sebagian tengkorak menyerang dengan cara menggigit tenggorokan mereka. Dan ada juga yang menyerang dengan sinar merah seperti api keluar dari matanya.
Prajurit yang masih kaget, masih terdiam dan menerima tanpa perlawanan.
"Ha...ha...ha.."
Melihat ini Pangeran Merah tertawa dengan girang. Seakan kemenangan telah berada di tangan nya.
Aku yang masih terkejut, Masih terdiam dan seakan tak percaya dengan kejadian ini.
"Sayang usap tangan kanan ke kening dan hentakan kaki ke tanah. Kita harus meminta bantuan kenegeri Alang-alang. Minta sebanyak mungkin yang bisa datang" Teriak Frangky padaku.
Mendengar teriakan Frangky aku tersadar .
Aku segera mengusap tangan kanan ke kening ku. Dan menghentakkan kaki ketanah. Hal yang sama juga di lakukan Frangky.
"Prajurit Alang-Alang datang lah sebanyak mungkin. Kami membutuhkan bantuan." Ucapku senada dengan Frangky.
Tiba-tiba angin berhembus kencang membawa wewangian berbau sangat harum.
Tidak lama kemudian, terlihat segerombolan orang berbaju putih dengan kuda putih lengkap dengan pedang di tangan. Mereka adalah prajurit Alang-Alang.
Segerombolan prajurit Alang-Alang lansung menyerang tengkorak-tengkorak itu.
Satu persatu tengkorak-tengkorak mulai menghilang.
"Grmmm..."
Melihat itu Pangeran Merah menggeram murka. Pangeran Merah mencabut pedang ular hitam di pinggang nya dan melemparkan pedang sakti itu ke arah prajurit Alang-Alang.
Bau anyir darah dan hawa panas di iringi rasa panas memenuhi arena perperangan.
Melihat itu aku melemparkan Pedang Ular Putih di pinggangku ke arah pedang Pangeran Merah.
Pedang Ular Putih lansung menyerang Pedang Ular Hitam.
Pedang yang sebenar nya merupakan roh berusia sangat lama yang mereka adalah pasangan berkelahi dengan hebat.
Aroma anyir suara memekakan dan hawa panas seakan terpendan oleh kekuatan Pedang Ular Putih.
Pangeran Merah semakin murka. Pangeran Merah melompat ketengah arena dengan membawa keris api di tangan nya.
Melihat itu Frangky lansung menyusul Pangeran Merah dan mengeluarkan Pedang Naga Bergola.
Api yang besar keluar dari keris di tangan Pangeran Merah seakan di sedot habis oleh Pedang Naga Bergola di tangan Frangky. Di suatu kesempatan Frangky berhasil meyerang d**a Pangeran Merah.
Pukulan keras dari Frangky membuat tubuh Pangeran Merah terhempas. Darah segar keluar dari mulut ny.
Frangky melayang ke arah Pangeran Merah dengan pedang di tangan.
Sedetik lagi berakhir hidup Pangeran Merah.
Namun di saat genting itulah, tiba-tiba tubuh pangeran merah lenyap.
Tak jauh dari tubuh Pangeran Merah terbaring tadi. Terlihat sosok tubuh tinggi besar seakan tercipta dari api. Dialah Raja Neraka.
Raja Neraka telah menggendong tubuh Pangeran Merah.
Raja Neraka menatap tajam kearah Frangky. Kejap berikut nya dia menghilang bersama Pangeran Merah.
Melihat junjungan mereka telah kalah. prajurit yang kalah memilih menyerah.
Aku dan beberapa petinggi lain nya segera menuju kerajaan Ngaitampang.
Sesampai di kerajaan Ngaitampang, tidak membutuhkan waktu yang lama. Kerajaan Ngaitampang menyerah.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Sebulan sesudah perperangan, akhirnya jatuh juga dimana hari yang telah di tentukan, yaitu hari pernikahan aku dan Shiva.
Kami menyelanggarakan pesta pertama di Alam ghaib. Yaitu dinkerajaan Shiva. Dan kemudian kami melanjutkan pesta di rumahku.
Akhirnya Shiva menjadi Istriku. Namun tugas penting masih menunggu kami. yaitu memcari Thesaurus Bondo.