Hari ini adalah hari ketiga aku dan Frangky sampai di kerajaan ku. Aku sangat senang, namun di balik kesenangan ku, aku juga merasa bingung.
Ya sangat bingung. Semua disini telah banyak berubah. Bukan perubahan dalam bentuk kemajuan dan tata letak sebuah kerajaan, tidak bukan itu. Tapi perubahan dalam bentuk makhluk disini.
Semua nya sudah berbentuk manusia normal.
Masih ingat ceritaku di awal, semua Sibunian laki-laki itu jelek semua. Namun saat aku sampai di kerajaan Semua Sibunian laki-laki berubah jadi tampan dan perkasa. Tapi yang paling tampan pasti yayang Frangky ku.
Aku sekarang harus meng hafal wajah mereka kembali satu-satu. Domo, Dumu, Ki Kuntet dan Boneng yang wajah dan perawakan nya kemaren menyedih kan. Aku sekarang harus mengakui, mereka cukup tampan.
Ternyata memang benar, setelah aku mandi di sungai ajaib, seluruh sibunian laki-laki akan berubah ke wajah normal yaitu wajah manusia.
Dan seiring dengan itu, berarti Thesaurus Bondo adalah benar adanya. Suatu harta karun yang tak pernah terbayangkan manusia banyak nya.
Hari ini, Aku, Frangky, Ayahku, Ibu, Ki Hurib, Bapak Camer, Domo, Dumu, Boneng, dan Ki Hurib sedang berkumpul di ruang rapat.
"Kalian telah berhasil mandi di sungai ajaib. Dan telah banyak perubahan kalian yang saya lihat. Kalian juga telah menjadi panglima perang di negeri Alang-Alang. Dan tugas lebih besar telah menanti kalian."Ucap Ki Hurib tanpa menggantung kan kata-kata.
"Namun untuk tugas itu kalian harus ke alam manusia untuk mencari Sang kunci."Sambung Ki Hurib.
Apel membuat Ki Hurib lancar bicara.
"Sebelum Ke alam manusia. kalian harus menikah. Pernikahan kalian akan di adakan di alam manusia. Agar terhjndar dari fitnah." Ucap Ki Hurib.
"Sebelum nya kami telah membicarakan hari pernikahan kalian. itu jatuh satu bulan dari hari ini." Ucap Ki Hurib.
Aku melihat Frangky' dia hanya menunduk.
Dalam hatiku berdebar rasa bercampur aduk. Sebentar lagi. Aku dan Frangky akan bersama. Bagaimana rasa nya malam pertama....
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Pangeran merah memberikan perintah ke petinggi kerajaan Ngaitampang agar mengumpulkan seluruh prajurit dan warga kerajaan..
Terdengar huru-hara dalam kota kerajaan Ngaitampang. Beberapa prajurit
" Perhatian..." Teriak seorang prajurit.
" Pangeran merah memberikan perintah. Semua warga harus berkumpul di alun-alun kerajaan.." Teriak nya lagi.
Warga yang sibuk lalu lalang berhenti dari kegiatan nya.
"Ada apa ya.." Ucap kakek tua kepada teman nya.
"Pangeran Merah menyuruh semua warga kumpul." Ucap kawan nya.
"Apanya yang tumpul." Jawab kawan nya satu lagi. rupanya dia agak b***k.
"Kumpul begok. Bukan tumpul" Teriak yang memberi tahu.
"Apa kau bilang bego." Katanya emosi sambil berdiri.
"Sudah..Sudah. jangan ribut. ayo kita ke alun-alun." Ucap yang tua.
Di alun-alun kerajaan Pangeran Merah berdiri dengan gagah.
"Wahai wargaku. Hari ini aku sengaja mengumpukan kalian. Untuk mengatakan bahwa aku sekarang bukanlah seperti yang dulu. perjalanan ku ke Sungai Hitam telah membuat aku menjadi sakti dan tidak terkalahkan." Ucap Pangeran Merah dengabn bangga.
"Karena itu kita harus menguasai seluruh kerajaan lelembut di sekitar kita. Dan kita akan menyerang kerajaan Kobundokok besok. Saat fajar kita akan berangkat." Ucap Pangeran Merah.
"Huuuuup horee..." Kata warga dan prajurit serentak.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Tiba-tiba saja Ki Hurib berdiri tersentak. Aku menatap nya dalam-dalam. Meski aku tahu sebenar nya apa yang dia lihat dalam benak nya.
Aku juga melihat yang sama. Aku melihat rombongan kerajaan merah atau Ngaitampang akan menyerang kami besok. Banyak yang akan jadi korban.
Aku melihat ke arah Frangky. Terlihat Frangky juga mulai gelisah. mungkin dia melihat yang sama.
"Kita harus siap-siap. Besok kerajaan Ngaitampang akan menyerang kita." Ucap Ki Hurib.
Benarkan apa yang aku katakan.
"Perundingan pernikahan antara Shiva dan Frangky di tunda dulu sampai keadaan normal. Sang Raja' Berikan perintah kepada seluruh warga dan prajurit agar siap menerima serangan. Ki Kuntet segera menuju bukit sayang. Untuk meminta bantuan. Dan aku akan memanggil guru." Sambung nya.
"Aku melihat ada kekuatan luar biasa di belakang mereka. Cepat laksanakan kata-kataku. Dan mulai menyusun strategi untuk perang." Kata Ki Hurib.
Ayah ku lansung berdiri. Ki Kuntet lansung menghilang dari tegak nya. Ki Hurib sendiri pun menghilang. begitu juga dengan bapak camer. yang tinggal hanya aku dan Frangky.
Aduh untuk menikah saja banyak kali rintangan nya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Di kerajaan bukit sayang terlihat penguasa Bukit Sayang Sang Guru sedang duduk di kursi singgasana emas nya. Terlihat wibawa lekat di wajah nya. Di depan sang guru berdiri sesosok laki -laki cukup tua Namun menyisa kan guratan gagah di wajah nya. sayang nya dia lebih dekat dengan bumi atau k********r nya pendek.
Ya, tak salah lagi dia adalah Ki Kuntet si jurahan anu. Semenjak Shiva mandi di sungai ajaib. Seluruh penduduk bunian mengalami perubahan besar. Seluruh wajah laki-laki di alam itu berubah menjadi ganteng.
Namun sayang yang berubah hanyalah wajah nya, kebiasaan ataupun bentuk tinggi badan nya tidak berubah sama sekali.
"Sang Guru anu saya mau meminta Anu Sang Guru untuk bisa anu-anuan." Ucap Ki kuntet.
Sang guru terlihat kerutan di kening nya mendengar ucapan Ki Kuntet.
Sangat susah pasti nya di posisi sang guru. Karena Ki Kuntet punya kebiasaan meletakan anunya di tempat yang salah.
"Maksudsaya, kerajaan saya meminta kepada kerajaan sang guru untuk membantu kerajaan kami" Ucap Ki Kuntet menjelaskan.
"Apa yang bisa kami bantu ki...?" Tanya sang guru.
"Anu kami akan di serang oleh anu nya Pangeran Merah. Itu di jelaskan Oleh Anu nya Ki Hurib Kepada Anuku dan Anu raja." Lanjut Ki Kuntet.
"Maksud aki..?" Tanya Sang Guru.
"Anu Sang Guru. Kerajaan kami akan di serang oleh kerajaan Pangeran Merah. begitulah yang di sampaikan oleh Ki Hurib kepada sang Raja juga padaku. Sehingga aku di utus untuk.meminta bantuan kepada Sang Guru." Jelas Ki kuntet.
"Hmmm... Berarti benar firasatku." Gumam sang guru pada diri sendiri.
Kemudian Sang Guru menghentak kan kaki kelantai. Kejap berikut nya berdiri seorang lelaki tua. Namun kegagahan masih terpancar dari wajah nya.
Sesaat Ki Kuntet terdiam memandang lelaki ini.
"Sang Murid.. kumpulkan semua kekuatan yang ada. Mari kita berangkat menuju kerajaan Kobundokok untuk membantu Kerajaan itu dari serangan kerajaan Ngaitampang." Perintah Sang Guru.
"Baik Guru." Ucap Sang Murid dengan patuh.
"Ki Kuntet apa kabar mu." Ucap Sang Murid.
"Anu ku baik-baik saja. Anu ku hampir saja tidak mengenal anu mu Sang Murid." Ucap Ki Kuntet.
"Iya ini berkat Shiva mandi di sungai ajaib. Semua penduduk yang laki-Laki berubah."Ucap Sang Murid seakan mengerti ucapan Ki Kuntet.
"Baik lah, Ki Kuntet Silahkan lebih dulu pulang ke kerajaan Kobundokok. Nanti kami akan menyusul." Ucap Sang Guru.
Ki Kuntet merapatkan tangan di dadanya memberi tanda hormat. Detik kemudian Ki Kuntet Menghilang.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Seorang lelaki Tua terlihat berbicara dengan pengemis tua. wajah mereka terlihat agak tegang. menandakan pembicaraan itu sangat penting.
Kemudian pengemis itu membawa lelaki tua ke sebuah alam yang di penuhi bebatuan warna - warni.
Sesampai di Alam bebatuan warna-warni, Tadinya baju pengemis yang compang-camping berubah menjadi putih bersih.
"Silahkan ceritakan semuanya Hurib." Kata pengemis kepada lelaki tua yang ternyata adalah Ki Hurib.
"Baik guru" Ucap Ki Hurib.
Ternyata pengemis tadi adalah guru dari Ki Hurib. Beliau adalah Kiyai Mustakim. Seorang manusia yang telah mencapai makrifat. Sehingga tingkat ilmu nya sangat sukar di takar.
:Kemaren Saat kami berunding tentang pernikahan Shiva dan Frangky. Aku jelas.melihat delam benak ku. Bahwa kerajaan Ngaitampang akan menyerang kerajaan Kobundokok guru. Apakah mungkin Aku salah lihat.?" Ucap Ki Hurib.
"Tidak Hurib. penglihatan mu benar adanya. " Ucap Kiyai Mustakim.
" Apakah guru bisa membantu kerajaan Kobundokok Guru...?" Tanya Ki Hurib.
" Itu tidak perlu Hurib. Saat ini Kobundokok memiliki kekuatan yang luar biasa. Ada sepasang anak muda sakti Yaitu Shiva dan Frangky. Dimana mereka telah menjadi panglima negeri Alang-Alang. Yang memiliki pasukan tanpa batas. Di tambah dengan penguasa Bukit sayang Sang Guru dan Sang Murid. Ditambah dengan Engkau sendiri bersama murid-murid mu. Belum lagi panglima-panglima kerajaan yang cukup sakti. Pangeran Merah hanya mengikuti emosi nya sehingga mengambil keputusan yang akan menghancurkan Kerajaan Ngaitamoang." Jelas Kiyai Mustakim.
"Baik guru saya mengerti. Restui saya guru. " Ucap Ki Hurib.
"Aku merestui mu.." Ucap Kiyai Mustakim.