PULANG

1756 Kata
Setelah perjalanan jauh yang aku tempuh bersama Frangky yayang ku. Akhirnya kami sampai juga di Sungai Ajaib. Dan sekarang kami telah selesai mandi di sana. Kemudian kami kembali lagi ke istana kerajaan Alang-Alang. Duduk di ruang pejamauan sambil bercerita pengalaman kami di Sungai Ajaib. Aku mendengar semua cerita nya, semua nya ada kemiripan dengan yang aku lalui. Cara pulang nya saja beda. Aku di tarik dengan cara dan arahan yang lembut oleh pedang ku,sementara Frangky ditarik paksa oleh pedang nya. " Kalian telah melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan. Karena itu aku akan menceritakan semua apa yang kalian lihat dan siapa mereka. Dan sebagai hadiah istimewah dariku, kalian akan ku angkat menjadi perwira tinggi di negeri Alang-Alang ini. Besok siang acara penobatan kalian akan di saksikan seluruh penduduk Alang-Alang." Ucap Ki Saman. Setelah mendengar cerita kami. "Namun sebelum pengangkatan kalian, kalian harus tahu satu hal. Jika kalian berbuat zhalim kepada makhluk Tuhan. Maka gelar kalian akan tercabut dengan sendirinya. Karena negeri ini hanya menerima kebaikan. Sebagai akibat nya. Seluruh yang kalian dapatkan di negeri ini akan hilang" Sambung nya. "Sebagai Panglima tertinggi di negeri ini. maka kalian akan mendapatkan jalur khusus, jalur khusus ini bisa membuat kalian masuk ke negeri ini sesuka hati kalian." Lajut Ki Saman. "Apakah kalian bersedia..?" Tanya nya.. ""Baik ki , kami bersedia." Ucapku dan Frangky serentak. "Bagus.." Ucap Ki Saman. "Dan jika kalian dalam masalah perang atau membutuhkan bantuan secara ghaib ataupun nyata. Kalian hanya perlu mengusap kening kalian." Kata Ki Saman. Kemudian Ki Saman meluruskan jari nya ke arah kening kami secara bergantian. Aku merasakan hawa yang sejuk dari kening ku. Dan mengalir di seluruh tubuhku. Sehingga rasa segar yang luar biasa aku rasakan. "Hanya orang-orang sakti dan penghuni alam ini yang bisa melihat tanda di kening kalian." Ucap Ki Saman. Aku penasaran, lalu melihat ke arah Frangky. Aku melihat ada titik biru di tengah kening nya. "Jika kalian mengusap dengan tangan kanan. Dan menghentakan kaki ketanah, sambil berkata datang lah prajutit negeri Alang-Alang sebanyak sekian. Artinya kalian tinggal meminta berapa pun jumlah nya.Maka prajurit-prajurit negeri ini akan datang sebanyak yang kalian inginkan. Namun jika kalian mengusap dengan tangan kiri. Maka kalian akan sampai ke dalam istana ini. Begitu juga jika ingin pulang ke tempat kalian. Tinggal mengusap kening kalian dengan tangan kiri." Terang Ki Saman. "Apakah kalian sudah mengerti?." Tanya Ki Saman. Kami hanya mengangguk saja. "Namun yang harus kalian ingat, jika kalian berbuat zhalim. Tanda di kening kalian akan menghukum kalian. kemudian tanda itu akan hilang." Jelas Ki Saman. Dia terdiam sejenak sambil memandang tajam ke arah kami. Aku sebenar nya agak kikuk di pandang seperti itu. "Apakah ada yang ingin kalian tanyakan sehubungan dengan perjalanan kalian?." Lanjut Ki Saman. "Maaf ki, saya ingin bertanya. Siapa kakek tua yang membantu kami di hutan kemaren?. Beliau sudah dua kali aku lihat. Pertama saat aku di pasar dan beliau menjual buku kepada saya. Buku Thesaurus Bondo." Tanya Frangky. "Dia adalah guruku dan juga guru dari kiyai Mustakim. Saat ini hanya itu yang bisa aku kasih tahu." Jawab Ki Saman. "Baik lah saya pikir semua nya sudah jelas. Dan satu hal lagi. Saat kalian membutuhkan air sungai ajaib. Panggil saja dalam hati kalian. Maka akan hadir di wadah kalian saat itu juga. Semua nya saya pikir sudah jelas, Saat nya kita istirahat dulu." Ucap Ki Saman. Seperti nya beliau enggan memberi tahu lebih jauh tentang sang kakek itu. Kemudian Ki Saman berlalu pergi. Diikuti pengawal nya. Aku dan Frangky di antar para pengawal ke kamar masing-masing. Kali ini aneh nya Pedang Ular Putih seperti tak ada tekanan lagi baginya dalam ruangan ini. Buktinya di pinggang ku pedang ini masih santai saja. Tak terasa malam telah berganti pagi. Aku dan Frangky di panggil Ki Saman Pada sebuah tempat. Cukup jauh tempat ini dari kamar ku. Ternyata istana ini begitu besar. Sesampai di tempat yang di tuju. Kursi kebesaran telah menunggu kami. "Silahkan duduk, Sebentar lagi pengangkatan kalian akan di mulai." Ucap nya. Ribuan bahkan mungkin jutaan prajurit serta masyarakat di negeri ini telah berkumpul di sebuah lapangan. Kami yang di atas mereka, tidak bisa melihat ujung barisan mereka. sungguh begitu banyak nya. Ki Saman tiba-tiba berdiri. Seluruh warga terlihat menyimpuh memberi hormat. "Salam Sejahtera Untuk kalian" Ucap Ki Saman. "Salam Sejahtera Kembali Kepada Ki Saman." Ucap mereka serentak. "Wahai prajutit dan warga negeri Alang-Alang. Dengarkan Titah ku. Hari ini, Aku mengangkat dua makhluk terpilih untuk menjadi panglima tertinggi negeri ini. Silahkan Shiva dan Frangky berdiri dan beri sapaan kepada mereka." Lanjut Ki Saman. Aku dan Frangky kemudian berdiri. Aku lihat cahaya biru dari kening Frangky memancar. Melihat cahaya itu seluruh warga dan prajurit lansung menunduk dan menyimpuh. "Terima kasih. " Ucap ku dan Frangky. Namun mereka masih saja menunduk. "Sapa lah mereka dengan sapaan khas kalian. Namun sebelum itu perkenalkan diri kalian dulu " Ucap Ki Saman. Frangky melangkah maju lebih dulu. "Namaku Frangky, aku dari alam manusia." Ucap Frangky. "Kedamaian menyertai kalian" Ucap Frangky. "Kedamaian Menyertai mu panglima tertinggi Frangky." Ucap mereka semua. Setelah itu baru mereka semua baru berdiri. Frangky mundur ke tempat semula berdiri. Sekarang giliran aku. Saat aku maju semua menyimpuh dan menunduk lagi. " Namaku Shiva, aku dari negeri si bunian." Kataku. "Kebahagiaan menyertai kalian." Ucap ku. "Kebahagian menyertai mu panglima tertinggi Shiva." Ucap mereka. Setelah mereka berdiri, aku berangsur mundur kebelakang. "Upacara nya sudah selesai. Sekarang kita masuk ke dalam istana." Ucap Ki Saman. Upacara sangat singkat ternyata di negeri ini. Lalu kami beriringan masuk istana. Sesampai dalam istana Ki Saman mempersilahkan kami duduk. "Dahulu kala ribuan tahun sebelum tahun masehi. Tekhnologi manusia sangat maju. Karena terlalu canggih dan melampaui batas normal. Membuat manusia itu sendiri lupa diri. Sehingga Tuhan Yang Maha Tunggal memberikan bencana yang teramat dahsyat. Luar biasa sekali dahsyat nya. Sehingga sebagian sejarahwan mengatakan seperti kiamat." Kata Ki Saman. Beliau bercerita saat kami sudah duduk di ruang pertemuan awal kami jumpa. "Namun sebelum bencana itu datang Banyak yang telah menciptakan bangunan bermodelkan segitiga. Itulah yang di kenal piramid. Tapi piramid yang tertua ada di pulau seberang dari daerah kalian. Di namakan GUNUNG PADANG. Atau di alam ghaib di namakan THESAURUS BONDO." Lanjut nya. " Di dalam piramid terdapat harta karun yang sangat besar dan buku buku tentang tekhnologi. Hanya saja piramid itu telah di timbun ribuan tahun. sehingga terbentuk lah sebuah gunung. Dan arah pintu nya adalah yang paling dangkal tanah nya." Lanjut Ki Saman. " Untuk membuka pintu nya di butuhkan beberapa benda dan senandung dari beberapa orang yang di sebut sebagai Sang Kunci. Dan Sang kunci itulah yang kalian lihat saat kalian mandi di sungai ajaib." Lanjut nya. "Kalian sepulang dari sini kalian akan berperang dengan suatu kerajaan siluman. Sehabis itu, kalian hidup lah di alam manusia di daerah Pekanbaru. Disana lah kalian akan menemukan Sang Kunci yang pertama." Kemudian Ki Saman terdiam sesaat. " Di Pekanbaru yang harus kalian lakukan adalah membantu banyak orang dengan ilmu kalian. Jangan malu di sebut sebagai dukun. Karena dengan jalan itu kalian bisa menemukan nya." Ucap nya lagi. Aku hanya terdiam mendengarkan nya. "Nah sekarang kalian pulang lah" Ucap Ki Saman. "Baik ki, Terimakasih banyak." Ucap ku berbarengan dengan Frangky. Secara berbarengan aku dan Frangky mengusap kening kami dengan tangan kiri. Kejap berikut nya kami telah berada di istanaku. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Setelah Pangeran Merah sadar dari pingsan nya. Pangeran Merah melihat sekeliling. Saat ini dia ternyata berada di dalam goa tempat pertama kali Pangeran Merah di bawa Raja Neraka. "Bagaimana caranya aku bisa sampai ketempat ini.?" Tanya Pangeran Merah dalam hati. Seingat nya, dia pingsan dalam sungai berair hitam yang berbau anyir. "Aku lah yang membawa mu ketempat ini. Dan tentu nya di bantu dengan kekuatan Raja Neraka." Sahut sebuah suara. Suara itu berasal dari pedang di pinggang nya. Pedang yang tercipta dari Roh sakti. Yang bisa mendengar kata hati Pangeran Merah bahkan. Baru saja berucap pedang ular hitam. Tiba-tiba hawa sekitar menjadi panas. "Hmmm.. kau telah sadar Pangeran Merah?" Ucap Sebuah suara bertanya. Tak lama kemudian di susul dengan muncul nya Raja Neraka. Pangeran Merah segera bangkit kemudian sujud menyembah kepada Raja Neraka. "Bangkit lah Pangeran Merah." Ucap Raja Neraka. Pangeran Merah segera bangkit dari sujudnya. "Kau telah mandi di sungai hitam abadi. Tentu kau telah melihat semua yang tersembunyi, termasuk jurus yang langka. Sekarang tenaga dalam mu sudah luar biasa, dan kau pun sudah bisa masuk ke dunia manusia. Nanti di dunia manusia kau akan di layani pengikut setiaku. Sehingga kebutuhan mu tercukupi. Namun kau harus ingat, misi mu adalah membebaskan Pangeran Durjana." Ucap Raja Neraka. "Baik ki." Ucap Pangeran Merah. "Kau akan aku beri sebuah hadiah, yaitu Keris Neraka. Jika kau membutuhkan bantuan kau tancapkan keris ini ke bumi sambil berkata datang lah, maka ribuan bahkan jutaan pengikut ku akan membantu mu. jika kau terdesak gabungkan kekuatan keris dengan pedang ular hitam mu. Maka akan menjadi senjata yang sangat dahsyat." Ucap Raja Neraka. Pangeran Merah merasa sangat bangga mendapat kan hadiah itu. Dia semakin yakin bisa membalaskan dendam nya kepada Shiva yang telah berani menolak nya. "Ulurkan tangan Kiri mu." Ucap Raja Neraka. Pangeran Merah Segera mengulurkan tangan kirinya. Raja Neraka mengusap tangan kiri Pangeran Neraka. Asap tebal dan bau daging terbakar memenuhi tempat itu. Asap itu berasal dari tangan kiri Pangeran Merah. "Aaaahh.." Tetiak Pangeran Merah merasa kesakitan. Tidak lama kemudian, Pangeran Merah merasakan hawa sejuk dari tangan kiri nya. Pangeran Merah melihat tangan kiri nya. Dia tidak melihat perubahan apapun pada tangan nya. "Hentakan tangan kiri mu satu kali sambil menahan nafas maka keris neraka akan muncul di tangan kiri mu . Jika kau menghentakkan dua kali. Maka keris itu akan masuk lagi kedalam tangan mu." Terang Raja Neraka. Pangeran Merah segera melakukan apa yang di katakan Raja Neraka. Saat itu juga keris berbentuk api berada di tangan kiri nya. Saat keris itu muncul hawa di sekitar Pangeran Merah Berubah menjadi Sangat Panas. Pangeran Merah ingin tertawa lepas Karena senang nya. Tapi Pangeran Merah menahan diri. Dia sangat takut jika Raja Neraka murka. "Sekarang kau pulang lah ke istana mu. Kau letakan keris di antara matamu dengan tangan kiri kau akan segera sampai ke istana mu." Ucap Raja Neraka. "Apakah cara yang sama bisa untuk kesini ki." Tanya Pangeran Merah. "Ya" Jawab Raja Neraka singkat. Pangeran Merah segera meletakan keris di antara matanya. Sesaat kemudian Pangeran Merah telah tiba di istana nya. Dia tersenyum bangga. Sebentar lagi pembalasan dendam akan dia lakukan. Namun Pangeran Merah lupa. Pangeran Durjana belum dia bebaskan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN